Halo Polisi

Polres Kediri Siap Laksanakan Penyekatan Sesuai Surat Edaran No 13 Tahun 2021

KEDIRI –  tNews.co.id || Dalam upaya pengendalian Penyebaran Covid-19, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran No 13 tahun 2021, yang mengatur tentang peniadaan mudik lebaran Idul fitri tahun 1412 H yang berlaku mulai tanggal 6 mei hingga 17 mei 2021 sekaligus pengendalian Covid-19 selama bulan Suci Ramadan.

Hal ini didasari beberapa pertimbangan bahwa pada saat Hari Raya Idul Fitri, akan ada peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi baik dalam rangka kegiatan agama, keluarga maupun sektor pariwisata. Oleh karenanya Pemerintah secara resmi meniadakan mudik lebaran tahun ini.

Sejalan dengan hal tersebut, dengan adanya sebagian masyarakat yang memaksakan pulang lebih awal sebelum tenggat waktu larangan mudik, Pemerintah selanjutnya menerbitkan addendum Surat Edaran (SE) no 13 tahun 2021 , yang mengatur tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Melalui addendum ini diharapkan akan mampu mengurangi mobilitas masyarakat sehingga bisa membantu meminimalisir dan mencegah penyebaran Covid-19.

Pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik lebaran Idul fitri 1442 Hijriyah berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa setiap ada libur panjang mengakibatkan bertambahnya angka Penyebaran jumlah angka positif Covid-19 termasuk libur panjang hari raya idul Fitri tahun 1442 H/2021

Bentuk kesiapan dalam melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut, Kepolisian Resor Kediri melaksanakan Apel gelar pasukan dalam rangka persiapan Pengamanan larangan mudik menjelang hari raya Idul fitri 1442 H di lapangan apel di halaman belakang Polres Kediri, senin (26/04).

Apel gelar pasukan di pimpin oleh
Bupati Kediri (Hanindito Himawan Pramono, S.H.), Kapolres Kediri (AKBP Lukman Cahyono, S.I.K., M.H.), Dandim 0809/Kediri (Letkol Inf Rully Eko Suryawan), Kasatpol PP (Agoeng Djoko Retmono, S.H., M.M.), Kajari Kab. Kediri (Sri Kuncoro, S.H., M.H.), Ketua MUI Kab. Kediri (KH. Imam Sanusi, S.Pd.), Kadishub Kab. Kediri (Joko Suwono, S.Sos., MAP.), Kepala BPBD Kab. Kediri (Slamet Turmudi),  Ketua PN (Agus Cahya Mahendra), Ketua DPRD (Dodi Purwanto), Ketua PC NU (Gus Makmun), Ketua LDII (dr. Agus Sukisno) dan Kapolsek Jajaran.

Kegiatan Apel Gelar pasukan dikandung Maksud untuk mengetahui sejauh mana persiapan Jajaran dalam rangka Operasi tersebut sehingga pelaksanaanya bisa berjalan secara optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan.

Ada beberapa Penekanan dari Kapolda Jatim melalui Amanat yang dibacakan Bupati Kediri antara lain Yang pertama Laksanakan deteksi dini, dan intervensi dini serta pemetaan kerawanan di masing-masing lokasi sehingga kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran, kedua laksanakan koordinasi secara intens dengan stakeholder terkait dalam rangka pelaksanaan penyekatan dilokasi yang telah ditentukan, ketiga lakukan tugas secara optimal dengan tetap memperhatikan kesehatan masing-masing personil sesuai dengan protokol kesehatan yang telah di tetapkan, keempat tetap tingkatkan kewaspadaan di masing-masing pos baik pos penyekatan dan pos pengamanan yang telah ditentukan, kelima laksanakan tugas ini secara humanis dan profesional, serta hindari tindakan arogan guna meminimalisir kesalah yang dapat dipolitisasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Usai Pelaksanaan Apel Bupati Kediri menjelaskan bahwa pelarangan mudik diperpanjang melalui Addendum surat edaran Satgas Penanganan Covid-19 dengan pengecualian terhadap kepentingan urgen dengan beberapa persyaratan

“Didalam Addendum itu ada aturannya, ada pengecualian terhadap kepentingan yang sangat urgen seperti yang berkaitan dengan distribusi logistik, keluarga ada yang meninggal dunia, alasan perjalanan dinas, itupun tapi harus lolos persyaratan, minimal Rapid antigen, untuk Rapid antigen hanya berlaku sehari, diluar kepentingan itu akan dikembalikan” Ucap Hanindito Himawan Pramono, S.H.

Ditempat yang sama Kapolres Kediri melalui Kabag Humas Polres Kediri AKP Budi Lantoro saat ditanya pelibatan personil orang nomor satu di Polres Kediri itu menjelaskan dalam penyekatan tersebut melibatkan unsur gabungan TNI-POLRI Dishub serta Satpol-PP, serta dinas kesehatan.

“Kita bagi 3 shift selama 24 jam anggota kita yang kita tugaskan di pos penyekatan, agar semua masyarakat turut mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik tahun ini” Ucapnya

Terkait jalur tikus pihaknya sudah perintahkan Polsek jajaran untuk melakukan pemantauan dan penjagaan terkait dengan larangan mudik lebaran

“Kita juga sedang monitor di tiap-tiap posko PPKM mikro apakah ada warga yang cuti dari luar kota melalui keluarganya, jika ada mereka akan didatangi oleh satgas untuk dilakukan pengecekan dan jika hasil pengecekan mengarah reaktif Covid-19 akan disarankan untuk karantina” Tegas Budi.

Lebih lanjut AKP Budi  selain ada dua pos penyekatan perbatasan dengan Jawa Timur, Polres Kediri juga menyiapkan dua Pos Pelayanan, ” Tandasnya.

( tNews.co.id –  Roni).

Related Articles

Back to top button