PMII Sampang Soroti Transparansi Anggaran KDKMP, Minta Dana Miliaran Dikawal Ketat

Publisher: Redaksi tNews.Co.id

SAMPANG, Madura II tNews.Co.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sampang berlangsung dinamis. Forum yang digelar di kawasan Pujasera GOR Sampang, Jumat (17/4/2026), berubah menjadi ruang kritik konstruktif terkait tata kelola pembangunan daerah, khususnya anggaran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Sejumlah kader PMII, aktivis, dan tokoh muda hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyoroti pentingnya keterbukaan penggunaan anggaran publik agar program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat.

Dalam sesi diskusi, salah satu narasumber bernama Rofi menyinggung adanya dugaan selisih besar antara nominal anggaran yang disebut mencapai miliaran rupiah dengan dana yang diterima di tingkat desa.

Menurutnya, informasi yang berkembang dugaan menyebut nilai program sekitar Rp1,6 miliar, namun realisasi di desa disebut hanya berada di kisaran Rp700 juta hingga Rp850 juta.

“Kalau memang benar ada angka seperti itu, maka harus dibuka secara jelas ke publik. Transparansi menjadi hal wajib agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kader PMII tidak boleh hanya menjadi penonton atas berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat. Mahasiswa, kata dia, memiliki tanggung jawab moral sebagai kontrol sosial.

“Mahasiswa harus peka terhadap persoalan daerah. Jangan diam ketika ada kebijakan yang perlu diawasi,” tegasnya.

Selain menyoroti anggaran, forum tersebut juga menekankan pentingnya orientasi gerakan mahasiswa yang berpihak pada masyarakat. Setiap agenda organisasi diharapkan memberi dampak nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai tanggapan peserta, terutama soal mekanisme pengawasan anggaran di tingkat desa hingga kabupaten.

Sementara itu, sejumlah peserta berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai alur penggunaan dana program tersebut agar polemik di tengah masyarakat tidak berkembang liar.

Momentum Harlah PMII ke-66 di Sampang pun tidak hanya menjadi ajang peringatan organisasi, tetapi juga penegasan peran mahasiswa sebagai mitra kritis dalam mengawal jalannya pembangunan daerah.

Wartawan: Ros I