SAMPANG, Madura II tNews.Co.id – Barisan Pemuda Peduli Lingkungan Camplong (BP2LC) melakukan audiensi dengan PT Armada Gema Nusantara (AGN) yang berlangsung di area gudang penyimpanan Kantor PT SSS, Senin (27/4/2027).
Dalam pertemuan tersebut, BP2LC mempertanyakan kewajiban perusahaan sebagai badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT), khususnya terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ketua BP2LC Agung Pratama menegaskan bahwa setiap perusahaan yang bergerak di sektor sumber daya alam memiliki kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, terutama Pasal 74 mengenai pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami datang untuk meminta penjelasan dan membuka ruang komunikasi yang baik. Sebagai perusahaan berbentuk PT, tentu ada kewajiban sosial yang harus dijalankan kepada masyarakat sekitar. Kami ingin memastikan keberadaan perusahaan juga membawa manfaat nyata,” ujarnya.
Selain itu, Ketua BP2LC juga menyoroti keberadaan bahan-bahan kimia yang disimpan perusahaan. Menurutnya, bahan kimia memiliki potensi bahaya tinggi apabila terjadi kecelakaan, kebocoran, ataupun kelalaian dalam penanganan.
“Bahan-bahan kimia ini sangat berbahaya apabila terjadi kecelakaan. Karena itu, kami meminta perusahaan benar-benar memperhatikan standar keselamatan kerja, sistem pengamanan gudang, kesiapsiagaan darurat, serta perlindungan terhadap masyarakat sekitar,” tegasnya.
BP2LC juga meminta adanya keterbukaan terkait sistem keamanan, pengelolaan limbah, serta mitigasi risiko agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun warga sekitar.
Sementara dari pihak PT AGN tidak memberikan keterangan secara jelas dalam audiensi tersebut, mengingat yang hadir hanya perwakilan pekerja dan bukan pihak manajemen yang memiliki kewenangan memberikan penjelasan resmi.
Ketua BP2LC menyatakan, pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada perwakilan Kantor PT AGN yang berada di Surabaya agar dapat dilakukan audiensi lanjutan dengan jajaran manajemen perusahaan.
“Kami akan menyurati kantor perwakilan PT AGN di Surabaya supaya ada pertemuan lanjutan dengan pihak yang berwenang memberikan keputusan dan penjelasan resmi,” katanya.
Meski demikian, pertemuan tetap berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat kebersamaan. BP2LC berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara terbuka dan jelas demi terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan warga sekitar.
Wartawan: Ros I













