Usai Suami Masuk Tahanan, Istri Warga Tegalsari Ngaku Dimintai Rp1,5 Juta Oknum Tahti Polrestabes Surabaya

Publisher Redaksi tNews.Co.id

SURABAYA, Jatim II tNews.Co.id – Nasib kurang beruntung dialami keluarga inisial S, warga Kedung Turi, Kedungdoro Gang 4, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.
Setelah sang suami ditangkap dalam perkara dugaan judi togel oleh jajaran Polsek Wonocolo, keluarga kembali mengaku mendapat tekanan saat proses penahanan dipindahkan ke rumah tahanan titipan (Tahti) Polrestabes Surabaya.

Menurut keterangan pihak keluarga, inisial S sebelumnya ditahan di Polsek Wonocolo sebelum akhirnya dilimpahkan ke Tahti Polrestabes Surabaya. Namun, setelah proses pemindahan tersebut, istri tersangka mengaku dihubungi seseorang yang disebut sebagai oknum petugas Tahti.

Dalam komunikasi itu, keluarga diminta menyiapkan uang sebesar Rp1,5 juta dengan alasan untuk kebutuhan inisial S selama berada di dalam tahanan.

“Iya mas, setelah saya jenguk suami dan keluar dari Tahti, saya ditelepon suruh menyiapkan uang Rp1,5 juta. Katanya buat biaya suami saya selama ditahan di sana,” ujar istri inisial S kepada wartawan.

Ia mengaku kebingungan lantaran kondisi ekonomi keluarga sedang sulit. Bahkan, untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka harus berhemat, sehingga permintaan uang tersebut dinilai sangat memberatkan.

“Saya orang kecil mas, keluarga tidak mampu. Suami saya ditahan sudah menghubungi saya, katanya uang tersebut biaya kebersihan, makan dan minum saat di Tahti Polrestabes Surabaya. Tidak hanya itu suami saya juga menjelaskan kalau tidak hanya dirinya, semua tahanan yang masuk wajib membayar uang itu,” keluhnya.

Perempuan itu berharap tidak ada lagi praktik-praktik permintaan uang terhadap keluarga tahanan dengan dalih biaya selama di dalam tahanan.

Menurutnya, keluarga yang sedang tertimpa musibah seharusnya mendapat kepastian hukum, bukan malah dibebani permintaan tambahan.

Kasus pengakuan tersebut kini menjadi sorotan dan diharapkan mendapat perhatian dari pihak berwenang agar dilakukan penelusuran terkait dugaan adanya pungutan liar di lingkungan tahanan.

Hingga berita ini diterbitkan, Wartawan media ini akan melakukan konfirmasi ke pihak  SatTahti, saat di datangin ke ruangannya, ruangannya dalam keadaan kosong serta tidak Kasat Tahti maupun petugas.

Wartawan: Hadi I