SEMARANG, Jateng II tNews.Co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Kali ini, aparat berhasil membongkar jaringan peredaran tembakau sintetis atau yang dikenal sebagai tembakau gorilla di wilayah Kabupaten Boyolali.
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai maraknya penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis di Kecamatan Karanggede.
Menindaklanjuti informasi itu, tim Ditresnarkoba langsung melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya mengarah pada seorang pria berinisial IAS (29).
Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Yos Guntur, menjelaskan tersangka diamankan pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di rumahnya yang berada di wilayah Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Karanggede, Boyolali.
“Pelaku diduga berperan sebagai penjual. Saat penangkapan, rumah tersangka juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang haram tersebut,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).
Dalam penggeledahan di lokasi, petugas menemukan sembilan paket tembakau sintetis dengan berat total 8,43 gram. Selain itu, polisi juga menyita satu unit timbangan digital, satu telepon genggam iPhone warna hitam, serta tas ransel yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran.
Dari hasil pemeriksaan awal, IAS mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang berinisial BAS yang kini masih diburu petugas. Barang itu dibeli seharga Rp1 juta, lalu dijual kembali dengan keuntungan sekitar Rp500 ribu.
Saat ini, tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Jawa Tengah guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis terkait tindak pidana narkotika, dengan ancaman hukuman berat hingga penjara seumur hidup.
Kombes Pol Yos Guntur menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini guna membongkar jaringan pemasok di atasnya.
“Peredaran tembakau sintetis sangat berbahaya karena banyak menyasar generasi muda. Kami tidak akan berhenti sampai jaringan utamanya terungkap,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila menemukan dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
“Sinergi masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai narkoba. Mari bersama menjaga Jawa Tengah dari ancaman narkotika,” pungkasnya.
Wartawan: Pak Dhe







