SURABAYA, Jatim II tNews.Co.id – Proyek pembangunan KDMP Merah Putih di kawasan Rusunawa Pondok Benowo Indah, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, menuai sorotan tajam.
Pasalnya, proyek yang disebut-sebut ditargetkan rampung pada Maret 2026 itu hingga kini masih belum selesai dan tetap berlangsung di lapangan, Sabtu (18/4/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan progres pembangunan masih jauh dari kata tuntas. Sejumlah pekerjaan konstruksi masih dilakukan, mulai dari pemasangan rangka hingga penyelesaian struktur bangunan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait penyebab molornya proyek.
Belum adanya penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait membuat dugaan bermunculan. Mulai dari persoalan teknis, lemahnya pengawasan, hingga manajemen proyek yang dinilai tidak maksimal.
Tak hanya soal keterlambatan, kondisi di lapangan juga memantik perhatian serius terkait aspek keselamatan kerja. Sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun sepatu pelindung.
Padahal, pekerjaan konstruksi memiliki risiko tinggi, terlebih saat pekerja berada di area ketinggian dan di bawah material rangka besi. Situasi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan kerja jika tidak diawasi secara ketat.
“Kalau proyek molor masih bisa dievaluasi, tapi kalau keselamatan pekerja diabaikan ini sangat serius. Jangan sampai ada korban baru bertindak,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya.
Dalam dokumentasi yang diterima, tampak seorang pekerja berdiri di atas struktur bangunan tanpa perlindungan keselamatan memadai. Sementara pekerja lain berada di bawah konstruksi besi tanpa perlengkapan standar.
Masyarakat kini mendesak agar instansi terkait segera turun tangan melakukan inspeksi menyeluruh, baik terhadap progres pekerjaan maupun penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
“Proyek untuk kepentingan publik seharusnya dikerjakan tepat waktu, berkualitas, dan yang paling penting menjamin keselamatan pekerja,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola proyek maupun kontraktor pelaksana terkait keterlambatan pembangunan serta dugaan pelanggaran standar keselamatan kerja tersebut.
Wartawan: Hadi I







