Warga Tangkel Arosbaya Bangkalan Meminta BPBD dan Pemerintah Bangkalan Tinjau Warga Terdampak Banjir 

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Jan 2023 11:41 1 Admin

BANGKALAN, tNews.co.id – Banyaknya Pengusaha tambang galian C nakal semakin liar beroperasi, Saat musim penghujan akan berdampak, Apalagi disertai Itensitas hujan tinggi dan Air Laut Tinggi  sejak Jumat (30/12/2022) malam hingga Minggu ini mengakibatkan sedikitnya 824 kepala keluarga (KK) di 11 dusun di 5 desa; Buduran, Arosbaya, Plakaran, Balung, Glagga, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan terdampak banjir.

Banjir berpotensi akan bertahan lama karena awan mendung hingga rintik gerimis masih melanda Bangkalan hingga Minggu (1/1/23) siang.

Usro (45), warga Dusun Sabuh, Desa Tengket mengungkapkan, banjir di penghujung tahun ini merupakan bencana terparah dari tahun-tahun sebelumnya.

Karena baru kali ini ketinggian genangan air hingga memasuki halaman rumahnya.

“Di kampung ini termasuk dataran tinggi, baru sekarang air masuk rumah. Kawasan terdampak banjir paling parah di kawasan pasar (Arosbaya), Kampung Bunalas, Desa Arosbaya dan belum ada penganganan dari BPBD dan Pemerintah setempat,” ungkap Usro kepada media tNews.co.id.

Sementara itu, Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, 824 dusun di tiga desa terdampak banjir itu meliputi 81 KK di Dusun Buduran, Desa Buduran, 31 KK di Dusun Ta’anyar, Desa Buduran, 200 KK di Desa Bunalas, Desa Arosbaya, 131 di Dusun Ranggujang, Desa Arosbaya.

Selanjutnya, 31 KK di Dusun Segaran, Desa Arosbaya, 25 KK di Dusun Morlorong, Desa Arosbaya, 31 KK di Dusun Ngantemoran, Desa Arobaya, 117 KK di Dusun Lebak Utara, Desa Arosbaya, 91 KK di Dusun Ta’anyar Desa Plakaran, 76 KK di Desa Balung, dan 10 KK di Dusun Mong-mong, Desa Glagga.

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Geger Hery Susianto mengungkapkan, air mulai masuk menggenangi rumah-rumah warga di Kecamatan Arosbaya pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga ketinggian di atas 30 CM.

“Kami imbau masyarakat agar antisipasi dini apabila ada terdampak banjir masuk rumah, sekiranya segera mengungsi ke rumah saudara yang tidak terdampak banjir,” ungkap Hery didampingi unsur Muspika Arosbaya.

Bencana banjir diprediksi bertahan lama bahkan Ketinggian air diprediksi akan terus bertambah. Pasalnya, awan mendung dan rintik gerimis masih menghantui wilayah Bangkalan hingga pukul 13.58 WIB.

Ia menambahkan, akses jalan raya menuju wisata religi Aer Mata masih terganggu karena ketinggian air mencapai 50 CM. Sementara air banjir masih mengalir deras melalui Sungai Buduran dan Tambegan.

“Saya bersama Camat Arosbaya sudah turun ke TKP dan posisi hari ini berawan. Dikhawatirkan Intensitas hujan masih cukup tinggi, sementara banjir terus merata di Kecamatan Arosbaya,” Ujarnya.

( Red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA