RSUD dr. Iskak Perkuat Patient Safety Lewat Simulasi Downtime SIMRS

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 14:12 47 Admin

TULUNGAGUNG, Jawa Timur //  tNews.co.id – RSUD dr. Iskak Tulungagung terus memperkuat budaya keselamatan pasien (patient safety) melalui Workshop dan Simulasi Manajemen Downtime Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Juni 2026 itu menjadi langkah strategis rumah sakit dalam mengantisipasi gangguan sistem digital agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Workshop yang digelar di Auditorium IDIK Lantai 2 tersebut diikuti jajaran manajemen, dokter, kepala ruangan, komite medik, hingga tenaga kesehatan dari seluruh unit pelayanan. Seluruh peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesinambungan layanan ketika sistem informasi rumah sakit mengalami gangguan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara, MMRS, menegaskan bahwa transformasi digital harus diimbangi dengan kesiapsiagaan menghadapi risiko teknis.

“Keselamatan pasien adalah prioritas utama. Gangguan sistem tidak boleh menghentikan pelayanan. Karena itu, seluruh SDM harus memahami prosedur penanganan downtime agar pelayanan tetap berlangsung aman dan tanpa hambatan,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan menghadapi downtime bukan sekadar memenuhi standar akreditasi rumah sakit, melainkan bentuk tanggung jawab dalam menjamin mutu pelayanan kepada masyarakat. RSUD dr. Iskak telah menyiapkan regulasi, pelatihan berkala, serta simulasi sebagai bagian dari sistem mitigasi risiko.

Dalam kegiatan tersebut, RSUD dr. Iskak menghadirkan pakar manajemen downtime rumah sakit, Dr. dr. Rano I. Sudra, M.Kes., CTRMI., C.MD., M.Sc. Ia menekankan bahwa setiap rumah sakit harus siap menghadapi kemungkinan terputusnya sistem digital kapan saja.

“Downtime bukan lagi persoalan apakah akan terjadi, tetapi kapan. Yang terpenting adalah kesiapan rumah sakit menjaga keselamatan pasien saat kondisi tersebut berlangsung,” katanya.

Selama workshop, peserta memperoleh materi mengenai tata kelola rekam medis saat sistem offline, aspek hukum dan etika pelayanan, penyusunan Disaster Recovery Plan (DRP), hingga kebijakan komunikasi krisis. Materi kemudian diterapkan melalui simulasi lapangan untuk menguji kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi antarunit, dan keberlangsungan pelayanan medis.

Melalui simulasi tersebut, RSUD dr. Iskak memastikan seluruh tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman meskipun terjadi gangguan pada sistem informasi rumah sakit. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen RSUD dr. Iskak sebagai rumah sakit rujukan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

( EKO).

LAINNYA
error: Content is protected !!