Kericuhan di Cafe Lyco Saat Ramadhan, Polsek Kota Sampang Dinilai Gagal Jaga Kondusivitas Wilayah
Publisher: Redaksi tNews.co.id


Sampang, Madura II tNews.co.id – Kericuhan yang terjadi di Cafe Lyco, Kabupaten Sampang pada Sabtu malam (14/3/2026) memunculkan sorotan tajam terhadap kinerja aparat keamanan wilayah. Insiden yang melibatkan puluhan massa dari Front Persaudaraan Islam (FPI) dengan pihak pengelola cafe itu dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan aparat di wilayah hukum Polsek Kota Sampang.
Peristiwa tersebut bermula dari kegiatan hiburan bertajuk “Koplo Time Back to 90’s” yang digelar di Lyco Coffee pada malam hari di tengah bulan suci Ramadhan. Acara tersebut kemudian didatangi puluhan massa yang memprotes kegiatan tersebut hingga berujung ketegangan.
Situasi di lokasi sempat memanas. Adu mulut antara kedua pihak tidak terhindarkan hingga terjadi aksi saling dorong dan pukul yang membuat pengunjung cafe panik.
Sejumlah pihak menilai, kejadian tersebut seharusnya bisa dicegah apabila aparat keamanan wilayah lebih sigap melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan.
“Ini menunjukkan pengawasan wilayah kurang maksimal. Harusnya aparat di tingkat Polsek sudah bisa mendeteksi potensi kerawanan sejak awal,” ujar salah satu warga sekitar kepada wartawan tNews.co.id.
Menurut saksi mata di lokasi, sebelum kedatangan massa, kegiatan di cafe sebenarnya berjalan normal tanpa adanya keributan.
“Dari jam enam sore sampai sebelum mereka datang, suasana biasa saja, tidak ada masalah,” ungkapnya.
Kericuhan tersebut akhirnya diredam setelah aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia turun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan satu orang yang diduga anggota FPI sempat diamankan oleh aparat dari Polres Sampang untuk dimintai keterangan.
Insiden ini pun menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum menjaga ketenangan dan keharmonisan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Kota Sampang, IPTU Indarta H., S.H., M.M belum memberikan keterangan resmi terkait langkah pengamanan yang dilakukan sebelum maupun saat kejadian berlangsung.
tNews.co.id masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian guna mengetahui secara pasti kronologi serta evaluasi pengamanan atas peristiwa yang sempat memicu ketegangan di wilayah Kota Sampang tersebut.
Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi









