Kasus Penculikan Anak Via Akun Facebock Mie Sedap Di Gurah Kediri HOAK

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Mar 2022 04:48 0 Admin

Akun Facebock Mie Sedap

KEDIRI, tNews.co.id – Kepolisian Indonesia Polres Kediri mengklarifikasi beberapa cerita tentang penculikan anak yang akhir-akhir ini banyak beredar di media sosial yakni facebock dengan akun Mei sedap yang mengunggah tentang Penculikan anak adalah Hoak.

“Berita di medsos tentang penculikan dibuat oleh akun berbeda dengan waktu kejadian, tempat kejadian, modus dan korban yang berbeda,” kata Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Dalam keterangan tertulis saat dihubungi, Rabu (2/3/22).

Ia menjelaskan, Hoak yang beredar tersebut berisi tentang cerita penculikan anak yang tidak pernah terjadi.

“Dari hasil keterangan kepala desa / dan perangkat desa kaur Kesra Mahmudi setempat dan RT / RW serta lingkungan bahwa kabar tersebut tidak benar dan diketahui saat ini anak sudah bersama orang tua nya ibu Eni Ainin Tis Ati yang beralamat di Dsn Cangkringrejo Rt.02 / 06 Dan.Sumbercangkring Kec.Gurah Kab Kediri.

Kasat Reskrim  polres Kediri AKP Rizkika Atmadha  menambahkan kronologi kejadian diduga adanya penculikan anak tersebut. Bahwa pada kemarin sore pada hari Selasa tanggal 1 Maret 2022 sekira pukul 17.00 wib, Eni bersama anaknya perempuan bernama Akio Kendis Suntoro, perempuan umur 3 tahun bertandang ke rumah orang tuanya bapak Suyoto yang beralamat di dusun Baran Besuk Gurah terjadi cek – cok mulut antara Eni dan Ibu kandung Isrokinatun karena menyuruh anaknya Eni yang bernama ” Akio kendis suntoro ” di suruh mandi akan tetapi tidak mau mandi, ” Ungkapnya.

Ia menambahkan, Waktu itu ibu ( orang tua ) Eni ibu Isrokinatun teriak teriak di mungkinkan anak tersebut ketakutan dan sembunyi di kamar depan hingga terlelap tidur hingga menjelang Isyak dan orang tua anak menduga sebelumnya ada mobil warna merah yang di parkir di samping rumah ,dan kebetulan mobil tersebut bertamu di tetangga Suyoto seketika itu mobil meninggal kan lokasi dan di kira oleh orang tua anak mobil tersebut membawa anaknya dan di lakukan pengejaran di dalam mobil juga nihil anak tersebut dengan adanya berita di media sosial FB tersebut tidak benar .

” Ia menyesalkan beredarnya berita hoaks tersebut karena dapat menimbulkan rasa takut di masyarakat.

“Satgas siber saat ini sedang menganalisis akun-akun medsos yang berbeda yang memposting berita hoaks penculikan untuk mengetahui pelaku dan motivasinya dan apakah pemilik akun saling berhubungan,” katanya.

Pewarta :@ Hand.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA