
SURABAYA, Jawa Timur // tNews.co.id – Sobat sehat jaga kesehatan iya ini ada tujuh Ciri – ciri ginjal bermasalah penting untuk diketahui karena gangguan pada organ ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dari darah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membantu menjaga tekanan darah. Ketika fungsi ginjal menurun, berbagai proses tersebut dapat terganggu.
Lantas, apa saja tanda yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengobati ginjal bermasalah? Yuk, simak penjelasan berikut agar Anda dapat mengenali gejalanya lebih awal dan mengetahui langkah yang tepat untuk dilakukan!
Ciri-ciri Ginjal Bermasalah yang Perlu Diwaspadai
Masalah ginjal juga tidak selalu berarti gagal ginjal. Gangguan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, infeksi, batu ginjal, maupun kondisi lainnya.
Karena gejalanya dapat menyerupai masalah kesehatan lain, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Berikut ini beberapa ciri-ciri ginjal bermasalah:
1. Terjadi Perubahan pada Urine
Salah satu tanda yang dapat berkaitan dengan gangguan ginjal adalah perubahan pada urine. Perubahan tersebut dapat berupa urine berbusa secara terus-menerus, urine berwarna kemerahan atau kecokelatan karena adanya darah, maupun perubahan frekuensi buang air kecil.
Urine yang berbusa dapat berkaitan dengan adanya albumin atau protein dalam urine. Ginjal yang mengalami kerusakan dapat kehilangan kemampuan untuk menahan protein sehingga protein ikut keluar melalui urine.
Namun, urine berbusa sesekali tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Pemeriksaan urine diperlukan untuk mengetahuinya.
2. Kaki, Pergelangan Kaki, atau Wajah Membengkak
Ginjal membantu membuang kelebihan cairan dan garam dari tubuh. Ketika fungsi tersebut terganggu, cairan dapat menumpuk dan menyebabkan edema atau pembengkakan.
Pembengkakan dapat terlihat pada pergelangan kaki, telapak kaki, tangan, atau bagian tubuh tertentu. Pada sebagian orang, wajah juga dapat terlihat lebih sembap.
Meski demikian, edema juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya sehingga tidak dapat dijadikan satu-satunya tanda penyakit ginjal.
3. Mudah Lelah dan Lemah
Rasa lelah yang berlangsung terus-menerus juga dapat muncul pada penyakit ginjal yang sudah berkembang. Salah satu penyebabnya adalah anemia yang dapat terjadi ketika ginjal mengalami gangguan fungsi.
Ginjal menghasilkan hormon eritropoietin yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Ketika fungsi ginjal menurun, produksi hormon tersebut dapat terganggu dan menyebabkan anemia.
Akibatnya, seseorang dapat merasa lemas, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, atau mengalami sesak napas.
4. Kulit Kering dan Gatal
Kulit yang terasa sangat gatal tanpa penyebab yang jelas juga dapat muncul pada penyakit ginjal yang sudah lebih lanjut. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penumpukan zat sisa serta gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh.
Namun, kulit gatal bukan berarti selalu disebabkan oleh masalah ginjal. Alergi, penyakit kulit, obat-obatan, dan berbagai kondisi lainnya juga dapat menyebabkan keluhan serupa. Karena itu, pemeriksaan diperlukan jika rasa gatal berlangsung lama atau disertai gejala lain.
5. Mual, Muntah, dan Nafsu Makan Menurun
Ketika fungsi ginjal menurun secara signifikan, zat sisa metabolisme dapat menumpuk di dalam darah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, hingga penurunan berat badan.
Pada tahap lanjut, sebagian orang juga dapat mengalami perubahan rasa pada makanan. Keluhan seperti mual dan hilangnya nafsu makan sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika muncul bersama pembengkakan, perubahan urine, atau kelelahan berkepanjangan.
6. Sesak Napas atau Sulit Tidur
Sesak napas dapat terjadi pada penyakit ginjal lanjut, salah satunya ketika terdapat penumpukan cairan dalam tubuh. Gangguan ginjal juga dapat berkaitan dengan anemia yang membuat tubuh lebih mudah mengalami kelelahan dan sesak.
Gangguan tidur juga dapat muncul pada sebagian orang dengan penyakit ginjal kronis. Namun, sesak napas memiliki banyak kemungkinan penyebab. Jika terjadi secara tiba-tiba, berat, atau disertai nyeri dada, segera cari pertolongan medis.
7. Nyeri di Area Pinggang
Nyeri pada bagian punggung atau pinggang dapat berkaitan dengan masalah tertentu pada sistem kemih, seperti batu ginjal atau infeksi ginjal. Rasa sakit akibat batu ginjal, misalnya, dapat terasa cukup kuat dan menjalar ke bagian bawah perut atau selangkangan.
Perlu diketahui bahwa penyakit ginjal kronis pada umumnya tidak selalu menyebabkan nyeri pinggang. Oleh karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap sakit pinggang merupakan tanda ginjal bermasalah.
Bagaimana Cara Mengetahui Ginjal Bermasalah?
Gejala saja tidak cukup untuk memastikan kondisi ginjal. Pada tahap awal, penyakit ginjal kronis bahkan sering tidak menimbulkan gejala sehingga pemeriksaan menjadi cara penting untuk mendeteksinya.
Dokter biasanya dapat melakukan pemeriksaan darah untuk melihat kreatinin dan memperkirakan estimated glomerular filtration rate (eGFR), yaitu ukuran kemampuan ginjal menyaring darah.
Pemeriksaan urine juga dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan albumin atau protein dalam urine. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dinilai bersama kondisi kesehatan dan faktor risiko pasien.
Orang yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga dengan gagal ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ginjal. Jika termasuk kelompok tersebut, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan ginjal yang diperlukan.
Cara Mengobati Ginjal Bermasalah
Apabila sudah mendapatkan diagnosa ginjal bermasalah, ada beberapa metode pengobatan yang dapat Anda jalani, diantaranya:
Mengatasi Penyebab dan Mengontrol Kondisi yang Memicu Kerusakan
Pengobatan penyakit ginjal tidak bisa disamakan untuk semua orang. Dokter akan menentukan penanganan berdasarkan penyebab dan tingkat kerusakan ginjal.
Pada penyakit ginjal kronis, pengendalian tekanan darah menjadi salah satu bagian penting dalam memperlambat perkembangan penyakit. Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah sesuai target yang ditentukan tenaga kesehatan juga penting untuk membantu melindungi fungsi ginjal.
Menyesuaikan Pola Makan
Pola makan dapat menjadi bagian dari penanganan penyakit ginjal. Namun, kebutuhan setiap pasien berbeda. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan jumlah garam, protein, kalium, fosfor, dan cairan yang sesuai dengan kondisi ginjal.
Oleh karena itu, penderita penyakit ginjal sebaiknya tidak langsung melakukan pembatasan makanan atau minuman secara ekstrem tanpa arahan tenaga kesehatan.
Pembatasan kalium, fosfor, protein, maupun cairan biasanya disesuaikan dengan stadium penyakit, hasil pemeriksaan, dan kondisi masing-masing pasien.
Menggunakan Obat Sesuai Resep Dokter
Dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengontrol tekanan darah, mengurangi albumin dalam urine, mengatasi anemia, atau menangani komplikasi lain sesuai kondisi pasien. Obat golongan ACE inhibitor atau ARB, misalnya, dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit ginjal pada kondisi tertentu, terutama ketika terdapat albuminuria.
Hindari mengonsumsi obat atau suplemen secara sembarangan. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen dan naproxen, dapat membahayakan ginjal pada kondisi tertentu, terutama jika digunakan tanpa pengawasan atau pada orang yang sudah memiliki faktor risiko.
Dialisis atau Transplantasi pada Gagal Ginjal
Jika fungsi ginjal sudah mengalami penurunan sangat berat hingga mencapai gagal ginjal, terapi pengganti fungsi ginjal dapat diperlukan. Pilihannya antara lain hemodialisis, dialisis peritoneal, atau transplantasi ginjal, tergantung kondisi dan hasil evaluasi tim medis.
Gagal ginjal tidak selalu berarti seseorang langsung membutuhkan dialisis. Keputusan tersebut ditentukan berdasarkan fungsi ginjal, gejala, komplikasi, kondisi keseluruhan pasien, dan penilaian tenaga kesehatan.
Jaga Kesehatan dan Siapkan Perlindungan Finansial
Mengetahui ciri ciri ginjal bermasalah dapat membantu seseorang lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh. Namun, jangan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan gejala.
Jika keluhan menetap, semakin berat, atau Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi, lakukan pemeriksaan medis. Deteksi dan penanganan lebih awal dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit ginjal.
Selain menjaga kesehatan, perlindungan finansial juga penting untuk membantu menghadapi kebutuhan medis. Agar tetap aktif dan bisa digunakan, peserta wajib membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan.
Kini, Anda bisa membayar iuran BPJS Kesehatan dengan lebih praktis dan syariah melalui aplikasi M-Syariah. Tidak perlu lagi antre atau repot mencari tempat pembayaran fisik, cukup buka aplikasi dan selesaikan transaksi dalam hitungan menit.
Dengan rutin memenuhi kebutuhan kesehatan dan mengelola pembayaran secara praktis, Anda dapat lebih fokus menjaga kesehatan diri dan keluarga. Jangan menunggu sampai gejala semakin berat untuk mulai memperhatikan kesehatan ginjal.
( Red).