
SURABAYA, Jawa Timur // tNews.co.id — Kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Kapas Madya 1A/1, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada 5 September 2026, hingga kini masih menjadi perhatian korban dan warga sekitar.

Pasalnya, korban mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan menyerahkan rekaman CCTV yang diduga dapat membantu mengungkap pelaku.
Sepeda motor milik korban, Zainal Arifin, berupa Honda Vario 125 warna merah, dilaporkan hilang pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 12.35 WIB.
Korban kemudian membuat laporan ke Polsek Tambaksari pada 6 September 2026 dengan nomor LP/316/B/IX/JATIM/RESTABES/SEK.TBSR.
Menurut keterangan korban, dirinya memiliki rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian tersebut.
Setelah rekaman tersebut ditelusuri bersama keluarga dan warga sekitar, muncul dugaan bahwa orang yang berada dalam rekaman tersebut merupakan warga sekitar berinisial GL.
Sejumlah warga di lingkungan sekitar juga mengaku mengenali sosok dalam rekaman CCTV tersebut dan menyebut bahwa orang yang diduga sebagai pelaku merupakan warga di kawasan Kapas Madya 1B.
Namun demikian, identitas dan keterlibatan GL masih merupakan dugaan dan perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan serta penyidikan kepolisian.
Korban mengaku kembali mendatangi Polsek Tambaksari beberapa hari setelah membuat laporan untuk menyerahkan rekaman CCTV dengan kualitas yang dinilai lebih jelas.
Namun, menurut pengakuan korban, saat datang ke kantor polisi, petugas jaga menyampaikan bahwa petugas atau penyidik yang menangani perkara tersebut sedang tidak berada di tempat.
Kondisi tersebut membuat korban mempertanyakan tindak lanjut atas laporan yang telah dibuat.
“Saya jadi bingung, apakah begini cara petugas melayani masyarakat. Saya sudah membawa bukti rekaman CCTV yang lebih jelas, tetapi penyidiknya tidak ada, ujar korban.
Korban berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.
Ia juga berharap apabila nantinya ditemukan bukti yang cukup, pihak kepolisian dapat mengungkap tidak hanya pelaku pencurian, tetapi juga kemungkinan adanya pihak lain yang berperan sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan.
Di sisi lain, keresahan juga disampaikan sejumlah warga Kapas Madya. Mereka mempertanyakan sejauh mana perkembangan laporan tersebut dan berharap adanya kejelasan dari pihak kepolisian.
Sejumlah warga bahkan mempertanyakan apakah proses penanganan perkara dapat berjalan secara cepat tanpa adanya biaya atau kepentingan tertentu.
“Jangan sampai masyarakat memiliki pikiran negatif. Kami hanya ingin kasus ini diproses sesuai hukum. Kalau memang ada bukti, silakan ditindak sesuai prosedur,* ujar salah seorang warga.
Ungkapan lain juga muncul dari warga yang mempertanyakan adanya kemungkinan kepentingan tertentu di balik lambannya penanganan perkara.
“Apa mungkin ada udang di balik tepung?” ujar warga tersebut.
Meski demikian, dugaan mengenai adanya “uang pelicin” maupun kepentingan tertentu tersebut **belum dapat dibuktikan**. Pernyataan tersebut merupakan bentuk kekecewaan dan pertanyaan masyarakat yang berharap adanya transparansi dalam penanganan laporan.
Masyarakat berharap Polsek Tambaksari dapat memberikan penjelasan kepada korban mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut, termasuk apakah rekaman CCTV telah diterima dan dianalisis, serta langkah hukum apa yang telah dilakukan terhadap pihak yang diduga terlibat.
Hingga berita ini dirangkum, Dugaan keterlibatan GL dalam pencurian tersebut masih belum ada penangkapan dan klarifikasi resmi dari pihak kepolisian.
Asas praduga tak bersalah tetap harus di kedepankan jangan sampai terdapat bukti dan keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
Warga berharap kasus pencurian sepeda motor di kawasan Kapas Madya tersebut dapat segera menemukan titik terang dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, sehingga masyarakat merasa aman serta mendapatkan kepastian dalam memperoleh pelayanan hukum.
( Hadi ).