SURABAYA, Jatim II tNews.co.id – Aksi pembunuhan sadis kembali terjadi di wilayah Kota Surabaya. Seorang pria berinisial M. Jais (57) ditemukan meninggal dunia dengan luka parah diduga akibat sabetan senjata tajam di kawasan Jalan Sencaki No. 35, Kecamatan Simokerto, Kamis pagi (23/4/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, saat suasana kampung masih sepi dan sebagian warga belum memulai aktivitas. Korban diketahui sempat berada di salah satu rumah di Gang Tebusan RT 03 RW 04 sebelum insiden berdarah tersebut terjadi.
Menurut keterangan sejumlah warga, suasana mendadak gempar setelah terdengar suara teriakan histeris dari arah lokasi kejadian. Warga yang keluar rumah mendapati korban dalam kondisi berusaha menyelamatkan diri.
Namun nahas, dua orang pria tak dikenal yang diduga sebagai pelaku berhasil mengejar korban. Keduanya kemudian menyerang korban secara membabi buta hingga tersungkur bersimbah darah di depan rumah warga.
Setelah melakukan aksinya, dua pelaku disebut langsung kabur ke arah berbeda untuk menghilangkan jejak. Hingga berita ini diturunkan, identitas keduanya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Salah seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya mengatakan dirinya mendengar suara gaduh sebelum kejadian diketahui warga.
“Saya kira ada orang bertengkar biasa, ternyata pas keluar rumah korban sudah jatuh dan banyak darah. Warga semua kaget,” ujarnya.
Warga lain juga mengaku ketakutan karena kejadian berlangsung sangat cepat.
“Pagi-pagi suasana jadi mencekam. Anak-anak sampai menangis karena dengar teriakan,” kata seorang ibu rumah tangga di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 06.50 WIB, laporan kejadian diterima aparat setempat. Personel gabungan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan area dan pemeriksaan awal.
Petugas kepolisian dari Polsek Simokerto bersama tim identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti-bukti. Sementara jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk keperluan autopsi.
Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan korban bekerja di sektor swasta. Selain itu, korban juga disebut pernah tersandung perkara hukum di masa lalu.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apakah hal tersebut berkaitan dengan kasus pembunuhan ini.
Saat ini aparat masih mendalami motif pembacokan, termasuk kemungkinan adanya persoalan pribadi maupun faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Situasi di kawasan Sencaki sendiri kini telah kembali kondusif, meski warga masih diliputi rasa waswas atas kejadian tragis tersebut.
Wartawan: Hadi













