Subdit III Jatanras Polda Jatim Ungkap Kasus Curanmor Modus Kunci T 

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Sep 2024 17:32 0 Admin

SURABAYA, Jawa Timur II tNews.co.id – Berbekal kunci T berandal asal Lumajang  Sindikat Curanmor Dibekuk Jatanras Polda Jatim, Aksi nekat dua pencuri motor asal Lumajang akhirnya terhenti setelah Tim Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil mengungkap jaringan pencurian bermodus kunci T di wilayah Jember.

Diketahui, Kedua tersangka berinisial MSA (30) dan MB (28), yang kerap melancarkan sejumlah aksi pencurian dengan cara merusak rumah kunci kendaraan bermotor, Para tersangka kini harus mendekam di balik jeruji besi.

Kasubdit lll Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur di Ruang Bidang Humas Polda Jatim dalam keterangan pers mengungkapkan, MSA, seorang buruh tani yang dikenal licin, menjadi otak di balik serangkaian pencurian tersebut.

“Dengan keterampilan membongkar kunci kendaraan menggunakan kunci T, ia berhasil membawa kabur motor dalam hitungan menit,” ungkap AKBP Jumhur.

Di sisi lain, ungkap AKBP Jumhur menjelaskan sedangkan MB, berperan sebagai pengawas dan pengemudi saat pelarian, serta memastikan aksi mereka berjalan mulus.

“Selain mengamankan keduanya polisi Juga menyita barang bukti berupa satu airsoft gun, celurit, dan tiga unit sepeda motor Honda Vario dan Scoopy.

Sementara itu, kasus kedua berkaitan dengan pencurian mobil pick-up Daihatsu Grand Max, di mana tersangka berhasil membawa kabur kendaraan tersebut dengan teknik yang cepat,” Kata Jumhur.

Jumhur menambahkan, modus operandi yang biasanya dilakukan oleh keduanya selalu memilih waktu dan tempat yang sepi, memastikan tidak ada saksi mata sebelum beraksi.

“Begitu motor berhasil dihidupkan, mereka melesat pergi dan menjualnya kepada jaringan penadah, atau digunakan sendiri oleh MB,”

Polda Jatim menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah meningkatkan kesadaran keamanan dengan memasang CCTV di lingkungan mereka, yang sangat membantu dalam proses identifikasi pelaku.

Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap TKP lain yang mungkin terkait dengan para tersangka.

AKBP Jumhur menjelaskan, “Airsoft gun yang digunakan pelaku hanyalah replika, namun tetap dipakai untuk menakut-nakuti korban.

Selain itu, pelaku juga membawa celurit untuk menambah intimidasi saat aksinya ketahuan.

Kasus ini masih dalam tahap pengembangan, dan pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan pencurian kendaraan di wilayah Jawa Timur.

( DHE )

LAINNYA