
SURABAYA, Jawa Timur / tNews.co.id – Usai kegiatan pengesahan pesilat PSHTPM yang berlangsung di kawasan Kenjeran, Surabaya, terjadi bentrokan antara sejumlah anggota rombongan pesilat/ormas dengan warga di wilayah Kalijudan, Surabaya, (17 Juni 2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan, yakni Ferdiansyah Rio Firdaus, warga Dusun Purwodadi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Korban segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal oleh Tim Gerak Cepat (TGC) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berada di lokasi.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan kondisinya stabil, korban hanya menjalani perawatan di lokasi kejadian dan tidak memerlukan rujukan ke rumah sakit. Selanjutnya, korban kembali pulang bersama rekan-rekannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula saat arus lalu lintas di sekitar lokasi cukup padat akibat iring-iringan kendaraan peserta yang melintas setelah kegiatan pengesahan, Situasi menjadi kurang kondusif ketika sejumlah kendaraan konvoi menggunakan knalpot bising serta menyalakan kembang api.
Kondisi tersebut memicu reaksi warga sekitar yang keluar rumah untuk melihat keramaian. Dalam situasi tersebut terjadi perselisihan antara rombongan konvoi dan warga yang kemudian berkembang menjadi bentrokan.
Petugas yang berada di lokasi segera melakukan upaya pengamanan dan penanganan guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Situasi akhirnya dapat dikendalikan dan arus lalu lintas berangsur kembali normal.
Pihak terkait mengimbau seluruh rombongan konfoi PSHT kegiatan maupun masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
( Hadi ).