SURABAYA, Jatim I tNews.co.id – Driver ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Jawa Timur kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kota Surabaya, Rabu (20/5/2026).Tuntut Kebijakan pemerintah.
” Massa menuntut ketegasan pemerintah dan pihak legislatif untuk segera menerbitkan payung hukum resmi berupa Undang-Undang Transportasi Online.
Aksi pemogokan massal ini sempat melumpuhkan urat nadi lalu lintas di sejumlah jalur protokol menyusul rute long march yang diambil oleh para demonstran.
Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan, pihaknya telah menyiagakan personel untuk pengamanan aksi unjuk rasa.
” Di antaranya menempatkan personel di titik perbatasan atau masuk Kota Surabaya Bundaran Waru.
“Kesiapan personel untuk antisipasi demo ojol, kami mempersiapkan pengamanan dan menempatkan personel di simpul-simpul jalan yang akan dilalui. Ini kami lakukan mulai dari titik kumpul di bundaran Waru yang arah Surabaya,” Kata Galih, Rabu (20/5).
Perlu diketahui, Adapun massa aksi Lokasi dan Rute Demo Ojol di Surabaya
Ia melanjutkan, personelnya akan mengantisipasi titik mana saja yang akan dilalui massa demo ojol.
Adapun rute yang dilewati massa setelah dari titik kumpul FR yakni Jalan Ahmad Yani akan bergerak ke kantor Dishub Provinsi Jatim, Diskominfo Jatim, Polda Jatim dan kantor DPRD Jatim.
Dilanjutkan melalui rute Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Jalan Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang, Jalan Blauran, Jalan Bubutan hingga Jalan Indrapura.
“Aparat kepolisian bersiap melaksanakan pengawalan massa unras mulai dari titik kumpul sampai dengan sasaran lokasi unjuk rasa. Dan akan dilakukan rekayasa arus lalin apabila diperlukan (situasional) dan memperkuat personil di simpul-simpul besar dan sasaran lokasi unjuk rasa,” bebernya.
Ditempat terpisah, Gerakan yang dimotori oleh Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur ini memulai titik kumpul sejak pagi hari di kawasan Bundaran Waru selaku pintu masuk Kota Surabaya.
Massa kemudian bergerak melakukan konvoi dan long march sembari membentangkan spanduk kecaman serta melakukan orasi bergantian di sepanjang jalan.
Adapun dua titik utama yang menjadi sasaran pengepungan massa hari ini adalah Gedung Negara Grahadi Surabaya dan Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur.
“Aksi hari ini bukan sekadar demo lokal, melainkan menjadi momentum event kebangkitan para ojol nasional yang bergerak serentak di 16 kota seluruh Indonesia,” kata Ketua Frontal Jatim selaku Penanggung Jawab Aksi, Tito Ahmad, Rabu (20/5/2026).
Tito Ahmad menjelaskan, aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang unjuk rasa tahun lalu yang dinilai belum membuahkan hasil konkret.
Fokus utama mereka adalah menagih janji DPR RI terkait regulasi perlindungan hukum bagi pekerja kemitraan digital.
Massa mengingatkan bahwa rancangan regulasi tersebut sebenarnya sudah masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di Komisi V DPR.
“Kami menuntut agar pemerintah dan legislatif segera mengesahkan Undang-Undang Transportasi Online. Aturannya sudah masuk daftar Prolegnas Komisi V DPR dengan antrean nomor 36, jadi tunggu apa lagi? Jangan ditunda-tunda terus,” Ujar Tito.
( Hadi ).






