Diduga Korsleting Listrik, Gedung PPJT RS Dokter Soetomo Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Gedung PPJT RS Dokter Soetomo Terbakar

Pariwisata4 Dilihat

SURABAYA, Jatim I tNews.co.id – Atap gedung pelayanan jantung di rumah sakit dokter Soetomo gedung pusat pelayanan jantung terpadu (PPJT) di Jl.Prof.Dr.moestopo no.6-8 surabaya (15/05/2026), Pagi tadi terjadi kebakaran.

Terlihat asap mengebul di lantai 5 dan 6 di gedung PPJT. berdasarkan keterangan pengunjung rumah sakit, api mulai terlihat membesar sekitar pukul 06.35, dari gedung lantai 5. “Api cepat sekali merambat ke lantai 6,” ujar, salah satu pengunjung rumah sakit Dr soetomo

Sebanyak 15 unit dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (DPKP) sudah berada di lokasi untuk melakukan pembasahan dan evakuasi pasien yang berada di dalam ruangan

Dalam proses penanganan, petugas pemadam kebakaran mengerahkan 13 unit tempur kebakaran kota (TKK), termasuk dua unit Bronto Skylift setinggi 55 meter dan 42 meter. Namun yang digunakan untuk proses evakuasi korban dari lantai 5 adalah unit Skylift 42 meter.

Petugas sempat mengalami kesulitan karna hydrant rumah sakit yang memiliki tekanan rendah, Setelah berusaha selama kurang lebih satu jam, petugas berhasil memadamkan api dan mencegah perambatan ke lantai – lantai lain.

Berdasarkan penyelidikan awal, kebakaran diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik (korsleting) di salah gedung yang terbakar.

Akibat kebakaran ini satu pasien yang berada di ruang ICU lantai 6 dinyatakan meninggal dunia dan sudah di evakuasi oleh petugas, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Petugas mengimbau untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik.

Sementara itu, satu pasien disebutkan meninggal saat proses evakuasi berlangsung. Pihak RSUD Dr Soetomo memastikan pasien tersebut bukan meninggal akibat paparan asap kebakaran.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo, Ahmad Suryawan, menjelaskan diberitakan ada pasien meninggal, Pasien sebelumnya berada dalam kondisi kritis dan bergantung pada tiga alat bantu organ vital sekaligus.

Perlu diketahui, Pasien telah mendapat dukungan tiga alat organ vital, paru-paru, jantung, dan ginjal serta dalam persiapan menjalani cuci darah sehingga pasien meninggal bukan karena asap, karena seluruhnya tetap didukung oleh alat bantu
mesin saat proses evakuasi,” kata Suryawan.

Menurutnya, Selama proses pemindahan pasien dari area terdampak asap, seluruh pasien yang menggunakan ventilator tetap mendapatkan dukungan alat medis agar kondisi mereka tetap stabil dan terpantau.

Selain pasien yang meninggal, satu pasien lain yang turut dievakuasi dari area terdampak dilaporkan dalam kondisi stabil dan saat ini menjalani perawatan di ruang resusitasi.

Diketahui, Hingga detik kejadian ini kondisi stabil di ruang resusitasi,” ungkapnya.

Penegasan itu disampaikan Direktur RSUD dr Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa saat memberikan keterangan terkait kondisi pasien pascakebakaran yang terjadi di lantai 5 Gedung PPJT atau Gedung Jantung RSUD dr Soetomo, Jumat (15/5/2026).

( Hadi).