Isu Motor Sempat Dijual Menguat, Polres Sampang: Proses Masih Berjalan
Publisher: Redaksi tNews.Co.id


SAMPANG, Madura II – tNews.Co.id – Informasi baru kembali mencuat dalam kasus pencurian sepeda motor yang menyeret Terduga pelaku inisial KA asal warga Desa Pajeruan, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut diduga sempat berpindah tangan sebelum akhirnya diamankan polisi Polres Sampang.
Menurut sumber tersebut, sepeda motor yang hilang sejak Juni 2025 itu disebut pernah dijual oleh terduga kepada seseorang berinisial S warga Desa Pajeruan.
“Motor itu informasinya sudah sempat dijual ke inisial S,” ujar narasumber kepada wartawan tNews.Co.id.
Sumber itu juga menyebut, sosok berinisial S kerap dikaitkan oleh masyarakat dengan dugaan peredaran narkotika. Namun, informasi ini masih sebatas pengakuan narasumber dan belum dapat diverifikasi secara resmi oleh aparat penegak hukum.
Selain itu, narasumber juga membeberkan detail proses penangkapan. Ia menyebut penangkapan terjadi di Dusun Ombul Laok, Desa Ombul, Kecamatan Kedungdung.
Bahkan, menurutnya, sebelum diamankan, terduga pelaku KA yang tengah berkendara disebut sempat ditabrak mobil Avanza berwarna putih.
“Katanya sempat ditabrak Avanza putih saat berkendara, setelah itu baru diamankan,” ungkapnya.
Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah informasi tersebut.
Saat dikonfirmasi kembali terkait dugaan motor sempat dijual, kemungkinan adanya penadah, serta kabar insiden tabrakan saat penangkapan, pihak Humas Polres Sampang memberikan keterangan resmi. “Sebelum barang bukti diamankan, Polisi mengamankan Pelaku terlebih dahulu. Untuk dugaan penadah polisi Masih mengalami dan apabila masih ada terduga lagi masih kami dalami,” blas Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko puji.
tNews.Co.id akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan resmi dan menyeluruh dari pihak kepolisian agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi









