Warga Kecewa Terhadap Polisi Polsek Tambaksari, Pencuri Tertangkap Namun Dilepaskan 

waktu baca 4 menit
Senin, 7 Sep 2026 14:13 3 Admin

Foto : Pelaku Terekam CCTv Kampung ?

SURABAYA, Jawa Timur // tNews.co.id – Kasus kehilangan sepeda motor kembali terjadi di kawasan Jalan Kapas Madya 1A/1, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kali ini, sepeda motor Honda Vario 125 warna merah milik Zainal Arifin dilaporkan hilang pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 12.35 WIB.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh korban ke Polsek Tambaksari pada Minggu, 6 September 2026. Laporan tersebut tercatat dengan nomor **LP/316/B/IX/JATIM/RESTABES/SEK.TBSR

Berdasarkan keterangan korban, sebelum kejadian sepeda motor tersebut digunakan oleh anak pelapor bernama Marvel Arifin. Sepeda motor kemudian diparkir di sekitar rumah di lokasi kejadian. Setelah itu, korban masuk ke dalam rumah.

Sekitar 30 menit kemudian, korban kembali ke depan rumah dan mendapati sepeda motor Honda Vario 125 tersebut sudah tidak berada di tempat semula.

Korban mengaku memiliki rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam aktivitas di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut kemudian ditelusuri oleh keluarga korban bersama sejumlah warga sekitar.

Dari hasil penelusuran awal warga, muncul dugaan bahwa orang yang terlihat dalam rekaman CCTV memiliki kemiripan dengan seorang warga berinisial GL ‘memang menurut warga adalah RESIDIVIS’ yang tinggal di kawasan sekitar Kapas Madya.

Sejumlah warga yang mengetahui rekaman tersebut kemudian menyampaikan kepada keluarga korban bahwa sosok yang terlihat dalam CCTV diduga merupakan GL. Namun demikian, identitas orang yang berada dalam rekaman tersebut masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan kepolisian.

Setelah mendapatkan informasi dari warga, keluarga korban kemudian mendatangi kediaman GL untuk menanyakan mengenai dugaan keterkaitannya dengan hilangnya sepeda motor tersebut.

Tidak lama kemudian, sejumlah anggota Reserse Polsek Tambaksari datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan. GL kemudian dibawa ke Polsek Tambaksari untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi awak media mengenai hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, IPDA Amirudin, membenarkan bahwa pihaknya membawa GL ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

“Iya, Mas, saya bawa ke kantor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tapi setelah itu saya pulangkan. Saya telepon keluarga atau ibunya untuk dijemput, karena pihak korban yang kehilangan ditunggu tidak datang-datang untuk laporan,” ujar Amirudin.

Menurut Amirudin, hasil pemeriksaan awal terhadap rekaman CCTV belum dapat memastikan bahwa sosok dalam rekaman tersebut adalah GL.

“Bukti rekaman CCTV tidak membenarkan bahwa itu pelaku berinisial GL, soalnya ada kumisnya, Mas,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari sejumlah warga. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku meyakini bahwa sosok dalam rekaman CCTV tersebut memiliki kemiripan dengan GL, mulai dari bentuk fisik, cara berjalan, pakaian, celana hingga sandal yang digunakan.

Warga tersebut juga menyebut bagian yang dianggap sebagai kumis dalam rekaman CCTV sebenarnya diduga merupakan masker yang dikenakan oleh orang tersebut. Karena kualitas rekaman yang terbatas, warga meminta agar rekaman tersebut diperiksa secara lebih teliti dan objektif.

“Kalau menurut warga yang melihat dan mengetahui rekamannya, orang yang ada di CCTV itu mirip GL. Mulai dari gaya berjalan, fisik, celana sampai sandalnya. Kalau dikatakan ada kumis, menurut kami itu bukan kumis, melainkan masker. Seharusnya rekaman diperiksa lebih teliti,” ujar warga tersebut.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah adanya perbedaan informasi mengenai keberadaan GL di Polsek Tambaksari.

Pihak keluarga korban mengaku mendapat informasi bahwa GL telah dibawa ke Polsek Tambaksari untuk dimintai keterangan. Namun, setelah korban membuat laporan dan melakukan konfirmasi, muncul informasi yang berbeda mengenai adanya penangkapan atau pemeriksaan terhadap GL.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: jika GL memang sempat dibawa oleh anggota Reserse ke Polsek Tambaksari, dalam kapasitas apa yang bersangkutan dibawa dan bagaimana hasil pemeriksaannya?

Pihak keluarga korban berharap kepolisian dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses penyelidikan kasus tersebut, termasuk mengenai rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi.

Korban juga berharap sepeda motor yang hilang dapat segera ditemukan dan dikembalikan. Namun, korban meminta agar apabila kendaraan tersebut nantinya ditemukan atau dikembalikan, proses hukum tetap dilakukan apabila memang ditemukan bukti adanya tindak pidana.

Menurut keluarga korban, langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera serta mencegah terjadinya kembali kasus pencurian sepeda motor di kawasan Kapas Madya yang selama ini membuat sebagian warga merasa resah.

Keluarga korban juga meminta agar kasus tersebut diusut secara profesional berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, rekaman CCTV, serta prosedur hukum yang berlaku, tanpa mendahului hasil penyelidikan dengan menyimpulkan seseorang sebagai pelaku.

Masyarakat berharap penanganan perkara ini dilakukan secara transparan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi di tengah warga.

“Jangan sampai marwah kepolisian tercoreng karena adanya informasi yang tidak jelas. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan berharap kasus ini diusut sampai tuntas berdasarkan bukti yang ada,” harap keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, sepeda motor Honda Vario 125 warna merah milik Zainal Arifin belum diketahui keberadaannya. Sementara dugaan keterlibatan GL juga masih memerlukan pembuktian dan pendalaman lebih lanjut dari pihak kepolisian.

( Hadi ).

LAINNYA
error: Content is protected !!