Pusaka yang Tidak Bisa Dicuri

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 13:25 16 Admin

SURABAYA, Jawa Timur // tNews.co.id –  Terinspirasi dari filosofi Keris Bethok Pandhito Semadhi Kembar, Pagi ini aku kembali memandang sebuah keris yang sederhana, Bethok Pandhito Semadhi Kembar.

Di balik bentuknya yang bersahaja, aku merasakan sebuah pesan yang begitu dalam. Keris ini seakan tidak mengajarkan bagaimana menjadi lebih hebat dari orang lain, melainkan bagaimana kembali utuh di dalam diri sendiri.

Bethok melambangkan kesederhanaan dan kejujuran. Pandhito adalah sosok yang bijaksana karena mampu menaklukkan dirinya sendiri sebelum membimbing orang lain. Semadhi adalah keadaan ketika batin menjadi hening, sehingga kesadaran dapat melihat segala sesuatu apa adanya. Sementara Kembar mengingatkan bahwa kehidupan selalu memiliki dua sisi yang harus berjalan selaras: lahir dan batin, akal dan rasa, tindakan dan keheningan, dunia dan jiwa.

Aku pun bertanya pada diriku sendiri…

Pusaka apa yang sebenarnya sedang kurawat setiap hari?

Kita begitu tekun menjaga harta, kedudukan, nama baik, bahkan benda-benda yang kita cintai. Semua itu memang bernilai, tetapi semuanya dapat hilang oleh waktu.

Namun ada satu pusaka yang tak pernah bisa dicuri.

Kesadaran.

Kesadaran yang mampu menyaksikan pikiran tanpa diperbudak pikiran. Yang mampu merasakan emosi tanpa tenggelam di dalamnya. Yang tetap tenang ketika hidup memberi pujian maupun ujian.

Mungkin inilah filosofi terdalam Pandhito Semadhi Kembar.

Kesempurnaan bukanlah ketika kita hanya kuat di dunia luar atau hanya damai di dunia batin. Kesempurnaan lahir ketika keduanya berjalan beriringan. Tangan tetap bekerja di dunia, tetapi hati tetap berdiam dalam keheningan. Pikiran tetap digunakan, tetapi tidak menguasai kesadaran.

Karena pada akhirnya, semua pusaka yang kita miliki akan tertinggal di dunia.

Tetapi pusaka kesadaran akan terus menemani perjalanan jiwa. Dan mungkin, itulah pusaka sejati yang sejak awal ingin ditempa oleh para empu—bukan hanya sebilah keris, melainkan manusia yang utuh.

“Saat lahir dan batin kembali menjadi satu, di sanalah kesadaran menjelma menjadi pusaka yang tak pernah dapat dicuri.”

Rubrik : Rivo Cahyono & Teman Seperjalanan

LAINNYA
error: Content is protected !!