
JOMBANG, Jawa Timur // tNews.co.id – Penguatan ekonomi warga Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu gagasan yang ditawarkan Gus Kikin dalam bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35.

Gus Kikin yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, menilai jumlah warga NU yang sangat besar merupakan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara lebih optimal. Menurutnya, kekuatan tersebut bisa menjadi pasar besar apabila ditata dan dikelola dengan baik.
“Ekonomi itu tidak lepas, semua ekonomi berbasis pasar. Nah, pasarnya NU itu dengan jumlah warganya yang begitu besar. Itu sebenarnya akan menjadi pasar ekonomi,” kata Gus Kikin saat konferensi pers di pondok tebu Ireng Jumat (28/8) malam.
Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya menyangkut sektor ekonomi konvensional. Perkembangan ekonomi digital juga dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga NU.
“Ekonomi digital ikut, tinggal caranya saja. Yang terang, warganya yang jumlahnya banyak ini kalau ditata ekonominya kan menjadi menarik,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Gus Kikin juga menawarkan gagasan untuk menghidupkan kembali rujukan yang digunakan NU pada masa awal berdirinya. Ia menyebut dokumen tersebut ditemukan kembali sekitar tiga tahun lalu dan kini telah diterbitkan dalam bentuk buku.
Dokumen yang dahulu disusun oleh Kiai Mas Ali itu, menurut Gus Kikin, dapat menjadi salah satu rujukan dalam menjalankan berbagai kegiatan NU ke depan.
“Ke depan kita membenarkan itu supaya NU itu kembali seperti dulu awal didirikan,” ungkapnya.
Dari informasi yang dihimpun di tengah pelaksanaan Muktamar NU ke-35, sejumlah nama juga mulai mencuat dalam bursa kandidat Ketua Umum PBNU. Selain Gus Kikin, nama yang diperbincangkan di antaranya Gus Salam, Gus Yahya, Imam Jazuli, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Rozin.
Munculnya sejumlah nama tersebut membuat kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU semakin menarik. Para kandidat membawa gagasan dan latar belakang masing-masing untuk menentukan arah NU pada periode mendatang.
Sementara terkait dukungan dari sejumlah PWNU maupun PCNU yang terus bertambah, Gus Kikin menyambutnya sebagai sesuatu yang positif. Ia mengatakan selama ini terbiasa berinteraksi dan membangun hubungan dengan berbagai kalangan di lingkungan NU.
Gus Kikin juga menegaskan dirinya bukan mencalonkan diri secara pribadi. Ia menyebut dirinya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur dan mendapat sambutan baik dari sejumlah pihak.
“Saya sebetulnya bukan mencalonkan diri, saya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur. Mereka menyambut dengan baik, alhamdulillah,” katanya.
Menjelang proses pemilihan Ketua Umum PBNU, Gus Kikin mengaku tetap optimistis. Ia memilih fokus menawarkan gagasan dan menjalani proses Muktamar NU ke-35 dengan sebaik mungkin.
“Saya berbuat baik. Yang saya tawarkan bahwa saya punya keinginan untuk maju dalam pemilihan besok,” pungkasnya.
( Red).