NasionalPemerintahanPeristiwaUncategorized

Kejari Sampang Diduga Panggil Sejumlah Pihak, Dispora Bantah Ikut Terseret Kasus KONI

Publisher: Redaksi tNews.co.id

Sampang, Madura II tNews.co.id – Polemik yang melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sampang terus bergulir dan kian melebar. Tak hanya internal KONI, informasi terbaru menyebut sejumlah pihak lain, termasuk Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Sampang, juga sempat dikaitkan dalam pemanggilan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tNews.co.id dari sumber internal, pemanggilan tersebut berkaitan dengan berbagai persoalan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 di Malang. Isu yang mencuat di antaranya terkait dugaan tidak layaknya konsumsi atlet serta fasilitas tempat tidur yang dinilai jauh dari standar.

“Tidak hanya KONI, ada juga pihak lain yang sempat dikaitkan dalam pemanggilan oleh Kejari Sampang,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Namun, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Dispora Kabupaten Sampang memberikan bantahan tegas. Melalui pesan singkat WhatsApp, ia menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah dipanggil oleh Kejari.

“Tanyakan langsung ke Ketua KONI ya, Dispora tidak dipanggil,” jawabnya singkat.

Pernyataan tersebut seolah mempertegas adanya perbedaan informasi di lapangan terkait siapa saja pihak yang dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.

Sementara itu, hingga saat ini pihak Kejari Sampang, khususnya melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), I Gede Indra Hari Prabowo, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi oleh tNews.co.id.

Di sisi lain, masalah di tubuh KONI Sampang sendiri belum menunjukkan titik terang. Selain dugaan pemanggilan oleh Kejari, keluhan mengenai tidak dibayarkannya tunjangan pengurus sebesar Rp600 ribu per bulan sejak 2025 hingga 2026 masih menjadi sorotan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi dan tata kelola anggaran dalam organisasi olahraga tersebut. Terlebih, isu yang berkembang tidak hanya menyangkut internal organisasi, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan atlet daerah.

Sejumlah kalangan pun mendesak agar Kejari Sampang segera memberikan klarifikasi terbuka guna menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat. Di saat yang sama, KONI Sampang juga diharapkan angkat bicara untuk menjelaskan berbagai persoalan yang mencuat ke publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KONI Kabupaten Sampang terkait berkembangnya isu tersebut.

Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi

Related Articles

Back to top button