
SURABAYA, tNews.co.id – Seorang wanita inisial DH (30) dan anak laki-lakinya, AGF (4).
tewas dibunuh secara keji di sebuah penginapan di sebuah kamar hotel di Kota Madiun (Hotel Mataram Baru, Jalan dr Soetomo).

Pelaku ternyata adalah suami siri korban yang berinisial Dimas Dwi Bagus Martono.
Pembunuhan sadis itu terjadi sejak 29 september 2026 lalu, sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku ditangkap tak lama melarikan diri dan bersembunyi selama 15 hari setelah membantai istri dan anaknya.
Pelaku mengaku tega membunuh diduga istri sirinya lantaran cemburu buta. Pelaku mencurigai istri sirinya telah berselingkuh.
Polisi mengungkap Dimas Dwi Bagus Martono tak menunjukkan penyesalan usai membunuh istri siri dan anaknya itu. Ironisnya, pelaku justru merasa puas usai membunuh korban.
“Alhamdulillah, kurang dari 1×24 jam pelaku berinisial Dimas Dwi Bagus Martono sudah kita tangkap.
Sementara itu, kasubdit jatanras, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan penyelidikan terhadap laporan kehilangan ibu dan anak tersebut mengungkap dugaan tindak pidana pembunuhan.
“Beredar berita viral kehilangan ibu dan anak satu bulan yang lalu berhasil kita ungkap ternyata akibat tindak pidana pembunuhan,” kata Jumhur, Senin (26/10/26).
Berikut fakta-fakta ngeri pembunuhan istri siri dan anaknya oleh suami siri dengan cara Pelaku diduga mencekik korban DH di kamar hotel, lalu melakukan tindakan serupa terhadap anaknya, AGF di dalam mobil.
Guna mengelabuhi petugas dan menghilangkan jejak, pelaku membawa jasad kedua korban ke pekarangan rumah, membakarnya, menghancurkan sisa jasad dengan mesin penggiling daging, lalu membakarnya kembali dengan rencana membuang sisanya ke laut.
Berdasarkan keterangan polisi, pelaku diduga berencana membuang sisa jasad ke laut.
Hingga Senin (26/10/2026), petugas masih menelusuri sejumlah lokasi kejadian untuk mencari barang bukti tambahan, termasuk kemungkinan sisa tulang korban.
“Selanjutnya setelah melakukan pembunuhan, untuk menghilangkan jejak, korban dibakar di belakang pekarangan rumahnya. Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut,” kata Jumhur.
Jumhur menambahkan, sejumlah barang bukti telah diamankan. Namun, pencarian dan pemeriksaan di lokasi terkait masih terus dilakukan.
( Pak Dhe ).