Baru Selesai dan Sudah Dimonev, JUT Sido Makmur Kalianyar Retak

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 16:26 0 Admin

tNews.co.id, LAMONGAN –  Proyek betonisasi Jalan Usaha Tani (JUT) Kelompok Tani (Poktan) Sido Makmur Kalianyar di Desa Kelor Arum, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi sorotan. Proyek yang disebut baru selesai dikerjakan dan telah menjalani monitoring dan evaluasi (monev) Dinas Pertanian itu justru ditemukan mengalami keretakan pada sejumlah bagian beton.

Berdasarkan data yang diperoleh, pekerjaan tersebut dilaksanakan CV Jean Bangun Makmur dengan nomor kontrak 000.32/SPK/413.177/10971150000/2026 dan nilai anggaran Rp138.936.000.

Pantauan langsung awak media di lokasi menemukan retakan pada sejumlah bagian permukaan beton. Retakan tampak di beberapa titik, bahkan terdapat bagian yang melintang pada badan jalan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa konstruksi yang disebut baru selesai sudah mengalami keretakan, dan bagaimana hasil monev Dinas Pertanian terhadap pekerjaan tersebut?

Pertanyaan itu penting mengingat proyek JUT menggunakan anggaran pemerintah dan diharapkan menghasilkan infrastruktur yang memenuhi spesifikasi teknis serta memiliki daya tahan sesuai perencanaan.

Keretakan beton dapat disebabkan berbagai faktor teknis, sehingga penyebabnya tidak dapat ditentukan hanya melalui pengamatan visual. Pemeriksaan perlu dilakukan terhadap ketebalan beton, mutu material, komposisi campuran, proses curing, kondisi tanah dasar, pemadatan, volume pekerjaan, hingga kesesuaian pelaksanaan dengan kontrak dan RAB.

Kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti. Inspektorat Kabupaten Lamongan bersama Dinas Pertanian dan instansi teknis terkait didorong turun langsung melakukan pemeriksaan, baik terhadap kondisi fisik maupun dokumen pekerjaan.

Publik juga berkepentingan mengetahui hasil monev Dinas Pertanian: apa yang diperiksa, bagaimana kondisi pekerjaan saat monev dilakukan, apakah keretakan telah terlihat, dan apa rekomendasi yang diberikan.

Jika diperlukan, pengujian teknis terhadap beton perlu dilakukan untuk memastikan apakah keretakan tersebut masih dapat dipertanggungjawabkan secara teknis atau memerlukan perbaikan.

Sebagai pelaksana pekerjaan, CV Jean Bangun Makmur perlu diberikan ruang untuk menjelaskan metode pelaksanaan, spesifikasi pekerjaan, kondisi konstruksi, serta langkah penanganan atas keretakan yang ditemukan.

Poktan Sido Makmur Kalianyar dan Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan juga perlu memberikan klarifikasi mengenai kondisi proyek dan hasil pengawasan yang telah dilakukan.

Namun, keretakan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan, pengurangan spesifikasi, kerugian keuangan negara, maupun pelanggaran hukum. Kesimpulan harus didasarkan pada pemeriksaan dokumen, pengukuran, pengujian teknis, dan hasil pemeriksaan instansi berwenang.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat hasil pemeriksaan teknis yang memastikan penyebab keretakan maupun ada atau tidaknya ketidaksesuaian spesifikasi dalam pembangunan JUT tersebut.

Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada CV Jean Bangun Makmur, Poktan Sido Makmur Kalianyar, Pemerintah Desa Kelor Arum, Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan, Inspektorat Kabupaten Lamongan, serta pihak terkait lainnya.

Proyek baru selesai, sudah dimonev, tetapi ditemukan retak di sejumlah bagian. Kini publik menunggu jawaban melalui pemeriksaan yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

( hend).

LAINNYA
error: Content is protected !!