
TULUNGAGUNG, Jawa Timur // tnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menggelar tradisi jamasan Tumbak Pusaka Kiai Upas sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat Tulungagung.

Prosesi jamasan Tumbak Pusaka Kiai Upas berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh budaya, hingga masyarakat yang antusias menyaksikan tradisi sakral tahunan tersebut.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Barudin,SM,MM mengatakan, tradisi jamasan pusaka bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan filosofi yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda.
“Jamasan Tumbak Pusaka Kiai Upas merupakan bagian dari budaya daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian budaya lokal menjadi salah satu cara memperkuat jati diri masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman modern.
Dalam prosesi tersebut, Tumbak Pusaka Kiai Upas dibersihkan menggunakan tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini juga menjadi simbol doa dan harapan agar masyarakat Tulungagung diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan.
Kegiatan jamasan pusaka Tulungagung ini setiap tahunnya selalu menarik perhatian masyarakat karena menjadi bagian dari tradisi budaya khas Kabupaten Tulungagung yang masih terjaga hingga saat ini.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap tradisi jamasan Tumbak Pusaka Kiai Upas dapat terus dikenal luas dan menjadi edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mencintai warisan leluhur daerahnya.
( EKO).