Polres Salatiga Gelar FGD Penanganan Balap Liar dan Knalpot Brong, Perkuat Sinergi dan Komitmen Bersama

Polres Salatiga Gelar FGD Penanganan Balap Liar dan Knalpot Brong, Perkuat Sinergi dan Komitmen Bersama

Halo Polisi17 Dilihat

SALATIGA, Polda Jateng II tNews.co.id  – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat Polres Salatiga melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penanganan Balap Liar dan Knalpot Brong” di Wilayah Hukum Polres Salatiga yang digelar di Pendopo Widya Qasana Tribrata Polres Salatiga, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan ini menghadirkan jajaran Forkopimda Kota Salatiga serta diikuti oleh berbagai elemen strategis, mulai dari TNI, ASN Pemerintah Kota Salatiga, Camat, Lurah, Jetua RT/RW, Momunitas Motor, Mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan hingga perwakilan pelajar SLTA di Kota Salatiga.

Dalam amanatnya Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa FGD menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam menekan maraknya balap liar dan penggunaan knalpot brong yang meresahkan masyarakat serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Dalam paparannya AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H, menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secara komperhensif dan menyeluruh.

“Permasalahan balap liar dan knalpot brong ini bukan hanya soal pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa dan ketertiban umum. Kami mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan pembinaan kepada generasi muda, namun tetap diimbangi penegakan hukum yang tegas dan terukur,” tegas AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H.

Kapolres Salatiga juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran keluarga, sekolah, lingkungan, hingga komunitas. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis permasalahan ini dapat ditekan,” tambahnya.

Selanjutnya beberapa saran masukan dari Ketua Pengadilan Negeri Salatiga, Johanis Dairo Malo, S.H., M.H. yang menekankan pentingnya langkah preventif dan edukatif yang menyasar generasi muda, poin pentingnya dantara lain, perlunya sosialisasi masif kepada anak muda dan orang tua terkait bahaya balap liar dan knalpot brong, kemudian peran aktif sekolah dalam pengawasan dan pembinaan siswa dan dukungan terhadap langkah kepolisian dalam patroli preventif dan penindakan di waktu rawan.

Kerua PN juga mengapresiasi upaya Polres Salatiga yang konsisten dalam menjaga ketertiban serta mendorong adanya kesinambungan antara edukasi dan penegakan hukum.

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang kemudian dapat ditarik beberapa.kesimpulan dan sejumlah langkah strategis, dianyaranya

– Pemetaan dan pengawasan ketat di titik rawan balap liar.
– Peningkatan patroli terpadu pada malam hari dan waktu rawan.
– Penguatan peran RT/RW dan masyarakat dalam pelaporan melalui call center 110.
– Edukasi intensif kepada pelajar dan komunitas motor.
– Penertiban bengkel agar tidak memproduksi atau melayani knalpot brong.
– Optimalisasi CCTV dan penerangan jalan.
– Penegakan hukum tegas dan konsisten untuk memberikan efek jera.

Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan FGD ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas Sinergi Lintas Sektoral Penanganan Knalpot Brong dan Balap Liar Kota Salatiga oleh seluruh stakeholder yang hadir.

Pakta integritas tersebut memuat komitmen bersama, antara lain:

– Mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman dari gangguan balap liar dan knalpot brong.

– Pelaksanaan patroli rutin dan penindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
– Pelibatan komunitas, sekolah, orang tua, hingga masyarakat dalam upaya pencegahan.
– Penolakan terhadap penggunaan knalpot brong di jalan umum serta pembinaan berkelanjutan kepada pelaku.

Penandatanganan ini menjadi simbol kuat bahwa penanganan balap liar dan knalpot brong bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat Kota Salatiga.

Dengan pendekatan humanis namun tetap tegas, Polres Salatiga berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, demi terwujudnya Kota Salatiga yang aman, nyaman, dan kondusif sebagai Kita Pelajar dan Kota Tertoleran Se Indonesia.

( Cak Handoko).