SAMPANG, Madura II tNews.co.id – Aktivitas tambang galian C di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang kian menjamur dan memicu kekhawatiran serius. Selain diduga banyak yang beroperasi tanpa izin resmi, aktivitas tersebut juga dituding merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Pantauan di lapangan setiap Kecamatan yang ada tambang galian C menunjukkan sejumlah titik penambangan pasir dan tanah urug beroperasi hampir tanpa jeda. Truk-truk bermuatan material lalu lalang di jalan desa hingga jalan kabupaten, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan debu tebal yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga mengaku resah dengan dampak yang ditimbulkan. Selain polusi udara, aktivitas galian C juga menyebabkan perubahan kontur tanah yang berpotensi memicu longsor, terutama saat musim hujan.
“Kalau hujan deras, kami takut terjadi longsor. Jalan juga cepat rusak karena truk besar setiap hari lewat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Minimnya pengawasan dari pihak terkait semakin memperparah kondisi ini. Sejumlah tambang diduga tetap beroperasi meski tidak mengantongi izin resmi atau melanggar ketentuan yang berlaku.
Aktivis Sampang, Rofi, menilai maraknya tambang galian C mencerminkan lemahnya penegakan hukum dan pengawasan dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
“Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tapi juga menyangkut keselamatan dan kelestarian lingkungan. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” tegas Rofi.
Ia juga mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan penertiban secara menyeluruh terhadap aktivitas tambang ilegal. Menurutnya, tidak boleh ada pembiaran terhadap praktik yang jelas-jelas merugikan masyarakat dan lingkungan.
“Pemerintah harus tegas. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Jika ada tambang ilegal, tutup dan tindak sesuai hukum. Kalau tidak, kepercayaan publik akan semakin menurun,” tambahnya.
Rofi juga meminta transparansi terkait izin usaha pertambangan di Kabupaten Sampang, agar masyarakat dapat mengetahui mana tambang yang legal dan mana yang tidak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya aktivitas tambang galian C tersebut.
Wartawan: Ros I












