
GRESIK, Jawa Timur // tNews.co.id – Warga pesisir di wilayah Gresik dikegetkan oleh suara dentuman keras mengagetkan warga pesisir Gresik pada Sabtu, 8 Agustus 2026 dini hari.

” Dentuman yang terdengar lebih dari sekali itu disertai getaran dan kepulan asap yang terlihat membumbung dari kawasan industri di Kecamatan Manyar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.15 WIB. Suara ledakan disebut terdengar selama beberapa menit dan dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Manyar hingga kawasan Gresik kota.
Penelusuran di lapangan mengarah ke kawasan pabrik peleburan dan pemurnian tembaga atau smelter and refinery milik PT Smelting di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Salah seorang warga Desa Roomo, Zahid Khan, mengatakan dirinya bersama puluhan warga mendatangi kawasan PT Smelting setelah mendengar suara ledakan. Warga juga mencoba memastikan sumber dentuman setelah melihat kepulan asap hitam dari arah kawasan pabrik.
“Saya mencatat terjadi sekitar pukul 00.15 sampai 00.19. Durasinya 4 menit, ledakan terjadi beberapa kali disertai dengan getaran dan asap yang membumbung tinggi,” kata Zahid.
Zahid mengungkapkan, Warga Desa Roomo sempat panik, lalu berusaha mencari sumber suara melalui penampakan visual asap yang membumbung di udara.
Menurut dia, kedatangan warga ke kawasan pabrik bukan semata untuk mencari tahu penyebab suara ledakan. Warga juga ingin memastikan apakah insiden tersebut berpotensi menimbulkan paparan gas berbahaya maupun risiko lain terhadap permukiman di sekitar pabrik.
“Untuk sementara belum ada laporan korban dari warga yang terdampak akibat suara ledakan keras tersebut. Namun kami masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak manajemen terkait insiden ini,” ujarnya.
Pihak Kepolisian juga mendatangi kawasan PT Smelting untuk melakukan pengecekan awal. Kapolsek Manyar Iptu Ghifari melalui Aiptu Ganang Marista mengatakan, informasi awal belum ditemukan adanya korban jiwa akibat insiden tersebut.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan koordinasi lebih lanjut untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lain yang dapat ditimbulkan.
“Belum ditemukan korban jiwa. Kami masih melakukan koordinasi lebih lanjut,” kata Ganang.
Dari informasi sementara yang diterima kepolisian, suara seperti ledakan diduga terjadi di salah satu lokasi tungku milik PT Smelting.
Dugaan awal, leburan logam panas mengalami tumpahan dan masuk ke bagian pendingin yang menggunakan air. Kontak material panas dengan air kemudian diduga menimbulkan tekanan dan suara ledakan.
“Informasinya leburan logam panas tumpah ke pendingin air. Sehingga terjadi suara seperti ledakan. Sedangkan asap yang timbul diakibatkan uap air yang muncul,” ujar Ganang.
Meski informasi awal menyebut tidak ada korban jiwa, munculnya asap setelah suara ledakan menjadi perhatian warga. Terlebih, lokasi kejadian berada di kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.
Hingga kini belum terdapat penjelasan resmi mengenai jenis material yang terlibat, volume material yang tumpah, maupun apakah kepulan yang terlihat warga mengandung zat berbahaya..
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT Smelting belum memberikan keterangan resmi kepada awak media blok-a.com mengenai kronologi lengkap insiden tersebut.
( Red).