Hukum & KriminalPemerintahanPeristiwa

Warga Desa Tlagah Bantah Klaim Pj Kades: Umam Arifin Disebut Masih Aktif Sebagai Kadus Somber Nangah

Warga Desa Tlagah Bantah Klaim Pj Kades: Umam Arifin Disebut Masih Aktif Sebagai Kadus Somber Nangah

SAMPANG, Madura || tNews.co.id – Beberapa media online memberikan terkait statmen Penjabat (Pj) Kepala Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Ayyub, yang mana dirinya menyampaikan status Kepada dusun (Kadus) Umam Arifin disebut telah mengundurkan diri. Hal ini menuai reaksi keras dari warga setempat.

Sejumlah warga menilai pernyataan tersebut tidak sejalan dengan fakta di lapangan dan terkesan sebagai upaya menghindari tanggung jawab, menyusul mencuatnya kasus penjambretan maut di Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, yang menyeret Umam Arifin (Kadus Somber Nangah) sebagai terduga pelaku.

Sebelumnya, Pj Kades Tlagah menegaskan bahwa Umam Arifin tidak lagi berstatus sebagai perangkat desa aktif karena telah mengundurkan diri jauh sebelum peristiwa penjambretan yang menewaskan seorang warga tersebut.

Klarifikasi itu disampaikan untuk menepis pemberitaan yang menyebut Umam Arifin masih menjabat sebagai Kepala Dusun.

Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh warga Dusun Somber Nangah, Desa Tlagah. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui adanya pengunduran diri AU, baik secara lisan maupun melalui mekanisme administrasi resmi.

“Kalau memang sudah mundur, seharusnya warga tahu. Tapi kami sama sekali tidak pernah mendengar atau diberi tahu soal pengunduran diri itu,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Warga tersebut bahkan menduga, dokumen pengunduran diri yang kini beredar di sejumlah media bisa saja baru dibuat belakangan untuk meredam polemik dan menjaga citra pemerintahan desa.

“Administrasi itu bisa saja diatur. Tapi kondisi di lapangan tidak bisa dimanipulasi,” katanya.

Ia mengungkapkan, hingga memasuki tahun 2026, Umam Arifin masih kerap didatangi warga untuk mengurus keperluan administrasi desa dengan kapasitas sebagai Kepala Dusun.

“Beberapa hari lalu masih ada warga yang mencari Umam Arifin karena urusan desa. Kalau benar sudah mundur, lalu siapa yang menggantikan?” tandasnya.

Pernyataan Pj Kades yang menyebut jabatan Kepala Dusun telah diisi oleh pejabat pengganti juga dipertanyakan warga.

Menurutnya, tidak pernah ada pemberitahuan resmi maupun sosialisasi kepada masyarakat terkait siapa sosok pengganti AU tersebut.

“Kami tidak pernah diberi tahu siapa Kadus baru. Tidak ada pengumuman, tidak ada sosialisasi,” tegasnya.

Warga menilai polemik ini semestinya menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Desa Tlagah dalam pengelolaan perangkat desa, bukan justru dijawab dengan klarifikasi yang dinilai tidak selaras dengan realitas di masyarakat.

“Ini harus jadi pelajaran. Pemerintah desa harus lebih selektif dalam mengangkat perangkat. Jangan sampai muncul penilaian di masyarakat bahwa pelaku kejahatan bisa menduduki jabatan publik,” pungkasnya.

Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi tNews.co.id

Related Articles

Back to top button