Pemkab Gresik Perkuat Ekosistem Peternakan, Kambing Domba Didorong Jadi Produk Bernilai Tambah

waktu baca 3 menit
Selasa, 23 Jun 2026 15:22 24 Admin

GRESIK, Jawa Timur / tNews.co.id  – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat pengembangan sektor peternakan melalui hilirisasi produk kambing dan domba. Upaya ini diarahkan untuk mendorong peternak tidak hanya bergerak pada usaha budidaya, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka kegiatan Gresik Krawu Enak (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan) bertema Hilirisasi Produk Peternakan Kambing Domba di Ruang Rapat Oryza Sativa, Kantor Dinas Pertanian, Selasa (23/06).

Menurut Sekda Washil, hilirisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing sektor peternakan. Melalui proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran yang baik, hasil peternakan dapat memiliki nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Hilirisasi ini penting agar peternak kita naik kelas. Kambing dan domba tidak hanya berhenti dijual dalam bentuk ternak hidup, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas,” ujar Sekda Washil.

Ia menjelaskan, Kabupaten Gresik memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor tersebut. Saat ini populasi kambing dan domba di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 192 ribu ekor. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan ekosistem peternakan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi ternak, tetapi juga mencakup rantai usaha dari hulu hingga hilir. Mulai dari pembibitan, manajemen pemeliharaan, penyediaan pakan, pemotongan melalui Rumah Potong Hewan (RPH), pengolahan hasil ternak, hingga pemasaran produk.

“Potensinya sangat besar. Daging bisa diolah menjadi berbagai produk makanan, susu dapat dikembangkan menjadi produk olahan, kulit bisa menjadi bahan kerajinan, sementara limbah ternak juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Berbagai produk turunan yang dapat dikembangkan antara lain susu kambing pasteurisasi, yogurt, keju, abon, bakso, sosis, nugget, rendang siap saji, hingga produk nonpangan berupa kerajinan kulit serta pemanfaatan tanduk dan tulang ternak.

Selain peningkatan kualitas produk, Sekda Washil juga mendorong pelaku usaha peternakan untuk memperhatikan aspek pengemasan, branding, sertifikasi halal, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran.

“Produk yang baik harus didukung dengan cara pemasaran yang baik. Pemanfaatan marketplace dan platform digital menjadi peluang agar produk peternakan Gresik dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat tiga fondasi penting yang harus diperkuat dalam pengembangan hilirisasi peternakan, yakni Rumah Potong Hewan (RPH), Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan Sertifikasi Halal. Ketiganya menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan, kualitas, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.

“Dengan standar yang baik, produk peternakan kita tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, mengatakan kegiatan Gresik Krawu Enak menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Menurut Eko, selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya penguatan sektor hulu, seperti pembinaan pembibitan, peningkatan tata kelola pemeliharaan, hingga pengembangan manajemen pakan ternak.

“Pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dari sisi produksi. Kita perlu mendorong peternak agar mampu mengolah hasil ternaknya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan membuka wawasan para peternak untuk melakukan inovasi usaha.

“Harapannya peternak tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menghasilkan produk unggulan,” tutur Eko.

Selain Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, kegiatan ini dihadiri juga oleh Founder Kandang Kali Farm Mohammad Syaiful Muluk.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Aplus Pasific, PT Lembumas Inti Perkasa, dan PT Sonto Property, serta diikuti oleh para peternak dan pelaku usaha peternakan kambing dan domba di Kabupaten Gresik.

( Pak Dhe ).

LAINNYA
error: Content is protected !!