Peristiwa

Kuasa Hukum Annissa, Dodik Firmansyah SH dan Sukardi SH Korban Dugaan Pencemaran Nama Baik Ditangani Polda Jatim

Kuasa Hukum Annissa, Dodik Firmansyah SH dan Sukardi SH Korban Dugaan Pencemaran Nama Baik Ditangani Polda Jatim

SURABAYA, tNews.co.id – Annissa Uzzahrotur Rohmah (24) warga Kalilom Lor 1 Surabaya, korban dugaan pencemaran nama baik yang di Posting oleh Bandar Arisan Online Bluru Sidoarjo, pemilik akun Instagram (IG) @shindyshoppingg, resmi laporan ke Ditreskrimsus Subdit V Siber Polda Jatim, pada Rabu (5/10/2022).

Atas laporan tersebut, Kuasa hukum Annissa, Dodik Firmansyah SH dan Sukardi SH menyerahkan kasus dugaan pencemaran nama baik ini kepada pihak kepolisian. “Hari ini kami melakukan pendampingan terhadap klien kami, atas perkara dugaan pencemaran nama baik. Laporan kami sudah diterima oleh pihak Ditreskrimsus Subdit V Siber Polda Jatim,” kata Dodik, saat ditemui di Polda Jatim.

Pihaknya mempercayakan semuanya kepada pihak kepolisian untuk proses selanjutnya. “Kasus ini saya percaya kepada pihak Polisi, biarlah kepolisian yang memprosesnya. Kami ikuti SOP pihak kepolisian,” papar Dodik.

Sukardi SH yang juga sebagai tim kuasa hukum menambahkan bahwa adanya postingan yang diunggah oleh akun IG @Shindyshoppingg, kliennya mengalami dampak mental. “Dalam hal ini, klien kami mengalami dampak secara mental pada publik dan juga nama baik terhadap masyarakat sangat dirugikan sekali. Dan semua kami serahkan kepada pihak kepolisian dengan sesuai Undang-undang yang berlaku,” tambah Sukardi.

Sukardi mengingat kepada masyarakat umum agar lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos) jenis apapun. Karena bisa terjerat Undang-undang ITE. “Pada prinsipnya kalangan masyarakat harus hati-hati menggunakan medsos. Gunakanlah sarana medsos sebaik mungkin tanpa merugikan masyarakat lain,” pungkasnya.

Sementara, Annissa berpasrah kepada kuasa hukumnya dalam perkara tersebut. “Saya serahkan semuanya kepada kuasa hukum saya mas,” singkatnya.

Pada berita sebelumnya, Gegara belum bayar arisan Online sebesar Rp. 240 ribu, Anisa warga Kalilom Surabaya merasa jadi korban pencemaran nama baik di Media Sosial (Medsos) Instragram (IG).

Lantaran malu fotonya bersama suaminya diposting di History IG dengan kata-kata dugaan unsur pencemaran nama baik oleh akun @Shindyshoppingg, diketahui pada tanggal 26 September 2022.

Adanya hal itu, Annissa mengadu ke kantor hukum D. Firmansyah SH di jalan Peneleh No 128 Surabaya. Terkait dugaan pencemaran nama baik, saat dikonfirmasi ke pihak @Shindyshoppingg, mala mengaku petugas Dishub.

“Gak usah tanya nama saya, wes pokoke (petugas) Dishub, saya nagih baik-baik ke Anisa diblokir, dijanjikan tanggal sekian kok gak ada tembusannya. Semua yang dilaporkan Anisa (ke kantor hukum) itu gak benar mas,” kata pria yang diketahui bernama Jalu, Minggu kemarin.

Saat disinggung sebagai bandar arisan online di wilayah Bluru Sidoarjo, ia membenarkannya. “Iya Arisan online tapi kecilt,” pungkasnya.

Pewarta : Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button