Arek – Arek Nusantara Peringati Hari Kebangkitan Penghayatan Kepercayaan Sambut Hari Pahlawan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Nov 2026 13:16 6 Admin

SURABAYA, tNews.co.id – Arek Arek Nusantara memperingati Hari Kebangkitan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada 7 November dan Hari Pahlawan pada 10 November bertempat di ALAS NAMBAS KELINGAN NUSANTARA.

Perlu diketahui, Kegiatan ini berbentuk kebudayaan dan spiritualitas bertajuk Merawat Warisan Leluhur, Meneguhkan Kebangkitan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun bentuk kegiatan di Alas Nambas Kelingan Nusantara melakukan bersih bersih di tujuh tempat sakral, suguh tumpeng, ibadah bersama, serta diskusi budaya sebagai bentuk kepedulian dan konsistensi Arek-Arek Nusantara dalam menjaga, merawat, dan melestarikan kebudayaan serta ajaran leluhur.

Adapun tujuh tempat sakral yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut meliputi:

1. Sanggar Agung Pamujan Nusantara.
2. Mbah Oyot.
3. Sanggar Manunggal Jati.
4. Nyai Kembar Asem Sari.
5. Pringgodani.
6. Dewi Sri.
7. Singgasana Kunti & Pandu.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan suguh tumpeng dan ibadah bersama di Sanggar Agung Pamujan Nusantara, serta diskusi budaya di Sanggar Joko Berek Alas Nambas Kelingan Nusantara

Momentum peringatan Kebangkitan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjadi pengingat bahwa keberadaan penghayat kepercayaan beserta tradisi dan ajaran leluhurnya merupakan bagian dari kekayaan kebudayaan Nusantara yang patut dijaga dan diwariskan.

Sementara itu, Ketua Arek – arek Nusantara Ki Ageng Kinco mengatakan Peringatan Hari Pahlawan menjadi ruang refleksi bahwa semangat perjuangan tidak berhenti pada perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan juga harus dilanjutkan melalui upaya menjaga identitas bangsa, merawat kebudayaan, serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Ki Ageng Kinci menambahkan, Melalui diskusi budaya di Sanggar Joko Berek, Arek-Arek Nusantara menjadikan ruang pertemuan tersebut sebagai sarana bertukar pikiran, memperkuat kesadaran budaya, dan membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya ajaran leluhur di tengah perkembangan zaman.

Lebih jauh, kegiatan ini memiliki tujuan penting, yaitu menyiapkan generasi penerus atau regenerasi yang tidak hanya mengenal warisan leluhurnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga, memahami, dan mengamalkan ajaran Budi Pekerti Luhur dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki jiwa kepemimpinan yanb patriotik militan progresif revolusioner atau Satrio utomo dimana Surabaya adalah kota pahlawan,” Kata Ki Joko Kinco.

Arek-Arek Nusantara memandang bahwa kebudayaan tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Kebudayaan harus tetap hidup melalui tindakan nyata, pembelajaran, pengamalan, dan pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Konsistensi dalam merawat warisan leluhur merupakan salah satu bentuk perjuangan kebudayaan. Sebab, menjaga kebudayaan berarti menjaga jati diri, dan menyiapkan generasi penerus berarti memastikan bahwa nilai-nilai luhur Nusantara tetap hidup sepanjang zaman.

Melalui kegiatan ini, Arek-Arek Nusantara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap kebudayaan, menghormati warisan leluhur, serta menumbuhkan generasi yang berkarakter dan berbudi pekerti luhur serta membentuk jiwa yang militan patriotik progresif revolusioner yang melekat di kota pahlawan Surabaya.

 

Ketua
Arek Arek Nusantara
Ki Ageng Kinco

LAINNYA
error: Content is protected !!