
tNews.co.id, Merauke – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XI turut berperan dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke. Hal tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P. yang diwakili oleh Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Rahman Sam, M.Tr.opsla. dalam rapat koordinasi lanjutan penanggulangan Karhutla di Merauke, Selasa (20/10/26).

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Merauke Yoseph Gebze tersebut dilaksanakan sebagai langkah memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam menghadapi bencana karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Pemkab Merauke telah menetapkan status keadaan darurat bencana terkait karhutla yang terjadi di sejumlah distrik. Penetapan status tersebut menjadi dasar bagi instansi terkait untuk meningkatkan langkah penanganan, memperkuat koordinasi, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pemerintah di tingkat yang lebih tinggi melalui mekanisme yang berlaku.
Dalam pembahasan rapat, Bupati Merauke Yoseph Gebsze menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari langkah penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan. Salah satu upaya yang diusulkan adalah kemungkinan pelaksanaan hujan buatan guna membantu mengatasi kebakaran, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di Merauke yang belum menunjukkan potensi hujan memadai.
Pemda juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak, khususnya daerah yang dapat dijangkau oleh aparat dan masyarakat. Karhutla melanda sejumlah distrik, di antaranya Jagebob, Tanah Miring, Elikobel, Ulilin, Ilwayab, Kurik, dan Sota. Luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melakukan pemantauan serta penanganan kebakaran secara optimal.
Kondisi cuaca panas dan aktivitas pembukaan lahan turut menjadi faktor yang perlu diwaspadai dalam upaya mencegah meluasnya. Dampak karhutla juga dirasakan masyarakat melalui asap tebal yang mengganggu jarak pandang dan menurunkan kualitas udara.
Keikutsertaan Kodaeral XI dalam rapat koordinasi ini merupakan bagian dari sinergi TNI Angkatan Laut bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Papua Selatan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah penanganan, meningkatkan kewaspadaan, serta meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.
Melalui kerja sama lintas sektor, seluruh pihak diharapkan dapat terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil langkah-langkah penanganan sesuai tugas serta kewenangan masing-masing, sehingga dampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Merauke dapat dikendalikan secara efektif.
( Hand).