Bantuan SosialNasionalPemerintahanUncategorized

PT SSS dan PT GSM Diduga Saling Lempar Soal Data CSR, Papeda Ancam Libatkan APH

Publisher: Redaksi tNews.Co.id

SAMPANG, Madura II tNews.Co.id – Polemik permintaan data realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) oleh lembaga Pemuda Peduli Desa (Papeda) terhadap pihak perusahaan kian memanas. Dugaan saling lempar kewenangan antara PT Sampang Sarana Shorebase (SSS) dan PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) mencuat setelah audiensi dan surat resmi yang dilayangkan Papeda tak kunjung membuahkan hasil konkret.

Awalnya, Papeda menggelar audiensi dengan manajemen PT SSS guna meminta keterbukaan data realisasi CSR. Data tersebut dinilai penting untuk diketahui publik, terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan dan berhak mengetahui sejauh mana program tanggung jawab sosial itu dijalankan.

Namun, pertemuan tersebut disebut belum menemukan titik terang. Dalam audiensi itu, pihak PT SSS menyampaikan bahwa jika Papeda menginginkan data detail realisasi CSR, maka permohonan sebaiknya diajukan langsung kepada PT GSM selaku induk perusahaan.

PT SSS disebut hanya berstatus sebagai anak perusahaan yang tidak memiliki kewenangan penuh atas data dimaksud.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Papeda kemudian melayangkan surat resmi kepada PT GSM dengan harapan memperoleh data yang sebelumnya belum diterima secara rinci.

Langkah itu ditempuh sebagai bentuk keseriusan lembaga dalam mengawal transparansi program CSR.

Ironisnya, respons dari PT GSM justru kembali memunculkan kebuntuan. Pihak perusahaan menyatakan bahwa data CSR tidak dapat diserahkan karena, menurut mereka, dalam audiensi pertama bersama PT SSS, data tersebut telah didiskusikan dan diberikan kepada Papeda.

Pernyataan tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan aktivis Papeda. Pasalnya, mereka mengaku belum pernah menerima dokumen tertulis maupun rincian konkret terkait realisasi CSR yang dimaksud.

Hal ini, menimbulkan kesan seolah kedua perusahaan saling merujuk satu sama lain tanpa kejelasan administratif.

Dikutip dari media online, pernyataan Direktur Utama PT GSM, Tamsul, membantah adanya niat untuk mengulur atau melempar tanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengundang PT SSS untuk melakukan rapat internal setelah menerima surat dari Papeda.

“Maaf mas, tidak ada maksud dari kami untuk membuat teman-teman PAPEDA terpimpong. Berdasarkan surat yang dikirim oleh PAPEDA, kami langsung mengundang PT SSS untuk rapat di GSM. Berdasarkan hasil rapat disampaikan bahwa data itu sudah diberikan ke PAPEDA oleh PT SSS,” ujar Tamsul.

Meski demikian, pernyataan tersebut justru mempertegas perbedaan versi antara perusahaan dan pihak Papeda.

Di satu sisi, PT GSM menyebut data telah diberikan melalui PT SSS. Di sisi lain, Papeda merasa belum pernah menerima data realisasi CSR secara lengkap, tertulis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kisruh ini pun menyita perhatian publik, khususnya terkait transparansi pengelolaan dan realisasi dana CSR.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, program CSR seharusnya dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, serta dapat diakses oleh masyarakat yang menjadi sasaran manfaatnya.

Papeda menegaskan bahwa permintaan data tersebut bukan untuk mencari sensasi ataupun menciptakan polemik.

Mereka menyebut langkah itu sebagai bagian dari kontrol sosial demi memastikan program CSR benar-benar terealisasi, tepat sasaran, dan tidak sekadar menjadi formalitas administratif. “Permintaan data tersebut adalah langkah awal untuk melanjutkan langkah-langkah yang lain. Karena itu sudah bagian dari prosedur kami”,” ujar Badrus Ketua Pemuda Peduli Desa (PAPEDA).

Bahkan, Papeda menyatakan siap melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) apabila persoalan ini terus berlarut tanpa kejelasan.

” Tunggu saja! Dalam waktu dekat Kami akan laporkan temuan ini,” jelas singkat Badrus.

Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi

Related Articles

Back to top button