Bantuan SosialNasional

Dua Kitab Karya Ulama Jenius KH. Abd. Wahid Khudzaifah Dilaunching pada Haul IS’AD ke-36

Publisher: Redaksi tNews.Co.id

SAMPANG, Madura II tNews.Co.id – Dua karya monumental almarhum Syaikhona KH. Abd. Wahid Khudzaifah resmi dilaunching dalam rangkaian Haul ke-36 beliau sekaligus peringatan Harlah ke-25 Ikatan Silaturahim Alumni PP. Darul Ulum Gersempal (IS’AD), Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat di Maqbarah Masyayikh Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal dan dihadiri ribuan jamaah, alumni, serta simpatisan pesantren.

Dua kitab yang diluncurkan yakni Al-Muwaddam Bisyahidi As-Sullam Fi Fanni Al-Mantiq dan Taisiru Al-Muradat yang diterbitkan oleh Pustaka Gersempal.

Launching tersebut menjadi penegasan kembali warisan keilmuan KH. Abd. Wahid Khudzaifah sebagai ulama produktif sekaligus dikenal memiliki keluasan ilmu di berbagai bidang keislaman.

Acara tersebut turut dihadiri KH. Muhammad Unais Ali Hisyam dari Ambunten, Sumenep, yang merupakan cucu KH. Ali Wafa guru thariqah KH. Abd. Wahid Khudzaifah.

Dalam kesempatan itu, ia mengulas kedua kitab di hadapan jamaah, memaparkan latar historis sekaligus kedalaman keilmuan dari karya-karya tersebut.

“Kitab Al-Muwaddam ditulis pada tahun 1968 M saat usia beliau hampir 60 tahun. Sedangkan Taisiru Al-Muradat ditulis pada tahun 1989 M hanya dalam waktu 11 hari dan menjadi karya terakhir sebelum beliau wafat pada 1990 M,” ungkap KH. Muhammad Unais Ali Hisyam.

Sejumlah pengasuh pesantren turut hadir, di antaranya Pengasuh PP. Darul Ulum Gersempal, Pengasuh PP. Darul Ulum 2 Al Wahidiyah Gersempal, Pengasuh PP. Nahdlatut Thullab Taman Anom, serta Majelis Keluarga besar almarhum KH. Abd. Wahid Khudzaifah.

Kehadiran para kiai dan keluarga besar semakin menambah kekhidmatan suasana haul sekaligus prosesi launching kitab.

Dalam sambutannya, KH. Safi’uddin Abd Wahid, Pengasuh PP. Darul Ulum Gersempal, menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok ulama yang sangat produktif sejak usia muda.

“Menurut riwayat, beliau pada usia 16 tahun sudah mampu menulis kitab. Saat ini, hal semacam itu menjadi sesuatu yang sangat langka kita temui,” tuturnya.

Sementara itu, Gus Affan Maulidi Syafiuddin, cucu KH. Abd. Wahid Khudzaifah, menyampaikan bahwa saat ini telah dibentuk Tim Lajnah Turats KH. Abd. Wahid Khudzaifah yang bertugas menghimpun serta menelusuri karya-karya peninggalan beliau.

“Hingga saat ini telah ditemukan total 27 kitab karya beliau. Hari ini baru dua kitab yang dilaunching, dan insyaAllah akan menyusul karya-karya lainnya,” jelasnya melalui keterangan via WhatsApp.

Launching dua kitab tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi penanda kesungguhan keluarga dan pesantren dalam menjaga, merawat, serta menghidupkan kembali khazanah turats ulama Nusantara.

Warisan intelektual KH. Abd. Wahid Khudzaifah kembali menegaskan posisinya sebagai ulama jenius yang ilmunya terus memberi daya dan makna lintas generasi.

Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi

Related Articles

Back to top button