Hak Warga Miskin Desa Ombul Kedungdung Raib Bertahun-tahun, PAPEDA: Jangan Jadikan Desa Sarang Pembiaran
Hak Warga Miskin Desa Ombul Kedungdung Raib Bertahun-tahun, PAPEDA: Jangan Jadikan Desa Sarang Pembiaran


SAMPANG, Madura II tNews.co.id – Dugaan tidak tersalurnya bantuan sosial selama bertahun-tahun kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Ombul, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menuai kecaman keras dari Pemuda Peduli Desa (PAPEDA).
PAPEDA menilai persoalan bansos yang tidak diterima warga selama kurang lebih sembilan tahun bukan lagi sekadar kelalaian administrasi, melainkan sudah mengarah pada rusaknya moral dan tanggung jawab aparatur desa.
“Kalau satu atau dua tahun mungkin bisa disebut kelalaian. Tapi kalau sampai sembilan tahun warga miskin tidak menerima haknya, ini patut diduga ada pembiaran sistematis,” tegas Ketua PAPEDA Badrus Sholeh Ruddin kepada wartawan, Kamis (5/2026).
Menurut Badrus, sikap aparatur desa yang saling melempar tanggung jawab saat dikonfirmasi media justru semakin memperkuat kecurigaan publik.
“PJ Kades bilang itu bukan zamannya, Sekdes malah mengelak. Lalu siapa yang bertanggung jawab? Jangan-jangan bansosnya ada, tapi warganya yang ‘dihilangkan’,” sindir Badrus dengan nada tajam.
Badrus juga menilai pernyataan singkat dan defensif dari pihak desa menunjukkan tidak adanya empati terhadap penderitaan warga miskin yang selama ini seharusnya menjadi prioritas utama program bantuan pemerintah.
“Bansos itu bukan hadiah, tapi hak rakyat. Kalau hak itu dirampas atau diselewengkan, maka itu kejahatan sosial,” lanjutnya.
Atas persoalan ini, PAPEDA mendesak Dinas Sosial Kabupaten Sampang, Inspektorat Daerah, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan audit terbuka dan investigasi menyeluruh, termasuk menelusuri data penerima manfaat dari tahun ke tahun.
PAPEDA juga menyatakan siap mengawal laporan masyarakat dan tidak menutup kemungkinan akan melayangkan pengaduan resmi (Dumas) jika tidak ada kejelasan dari pemerintah desa maupun instansi terkait.
“Desa jangan dijadikan tempat berlindung praktik kotor. Kalau benar tidak ada masalah, buka saja data ke publik. Jangan alergi terhadap wartawan,” pungkas PAPEDA.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Ombul belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tidak tersalurnya bantuan sosial kepada KPM selama bertahun-tahun tersebut.
Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi tNews.Co.id









