Halo PolisiPeristiwa

Bungkamnya Plh Kapolsek Kota Sampang di Tengah Maraknya Judi, Wibawa Polres Sampang Kian Dipertanyakan

Bungkamnya Plh Kapolsek Kota Sampang di Tengah Maraknya Judi, Wibawa Polres Sampang Kian Dipertanyakan

SAMPANG, Madura || tNews.co.id – Maraknya kembali aktivitas judi balap kelereng di wilayah hukum Polsek Kota Sampang tak hanya menampar wajah Polres Sampang, namun juga menelanjangi sikap aparat di level pimpinan sektor yang memilih diam seribu bahasa.

Plh Kapolsek Kota Sampang AKP Moh. Mohni, yang hingga kini masih aktif menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Sampang, terkesan menghindar dari tanggung jawab publik. Saat dikonfirmasi wartawan tNews.co.id terkait maraknya praktik perjudian yang berulang kali muncul di wilayahnya, tak satu pun respons diberikan.

Padahal, aktivitas judi balap kelereng tersebut diketahui kembali berlangsung terang-terangan di sedikitnya tiga lokasi, yakni Desa Aengsareh, Jalan Aji Gunung, dan Desa Pasean, Kecamatan Sampang. Ketiganya berada langsung di bawah pengawasan Polsek Kota Sampang.

Sikap bungkam AKP Moh. Mohni ini menambah panjang daftar kejanggalan dalam penanganan penyakit masyarakat di Kabupaten Sampang.

Publik menilai, diamnya aparat bukan sekadar persoalan komunikasi, melainkan mencerminkan lemahnya kepemimpinan dan pengawasan internal.

“Kalau pimpinan sektor saja tidak mau bicara, bagaimana masyarakat bisa percaya hukum ditegakkan?” ujar Aktivis hukum Rofie.

Fakta bahwa AKP Moh. Mohni merangkap jabatan sebagai Plh Kapolsek Kota sekaligus Kasat Binmas Polres Sampang justru memperkuat sorotan.

Sebagai pejabat yang seharusnya berada di garda terdepan pembinaan masyarakat dan pencegahan gangguan kamtibmas, pembiaran terhadap judi dinilai sebagai ironi besar.

Situasi ini makin memperburuk citra kepemimpinan Kapolres Sampang AKBP Hartono, yang sebelumnya juga menuai kritik karena dinilai tidak bertaring dalam memberantas perjudian.

Ketika praktik ilegal kembali tumbuh subur di wilayah terdekat Polres, dan pejabat sektor memilih bungkam, wajar bila publik menilai ada krisis ketegasan di tubuh kepolisian Sampang.

Hingga berita ini ditayangkan, baik Plh Kapolsek Kota Sampang AKP Moh. Mohni, maupun Polres Sampang belum memberikan klarifikasi resmi.

Sikap diam ini justru memperbesar pertanyaan publik, apakah penegakan hukum di Sampang masih berjalan, atau sekadar formalitas belaka?

Masyarakat kini berharap atensi serius dari Polda Jawa Timur dan Mabes Polri, agar marwah institusi kepolisian tidak terus tergerus oleh praktik perjudian yang seolah dibiarkan hidup bebas di jantung kota.

Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi tNews.co.id

Related Articles

Back to top button