Dinilai Lamban, Aktivis Pemuda Sampang Soroti Kinerja Polres dalam Kasus Dugaan Mark Up Patung Karapan Sapi
Dinilai Lamban, Aktivis Pemuda Sampang Soroti Kinerja Polres dalam Kasus Dugaan Mark Up Patung Karapan Sapi


SAMPANG, Madura || tNews.co.id – Penanganan kasus dugaan mark up anggaran proyek patung karapan sapi di Alun-alun Trunojoyo Sampang kembali menuai sorotan tajam.
Aktivis pemuda Kabupaten Sampang, sekaligus sebagai Pelapor, Rosi, yang menilai kinerja Polres Sampang terkesan lamban dan tidak menunjukkan progres yang jelas.
Rosi mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut laporan dugaan penyimpangan anggaran tersebut.
Pasalnya, hingga kini sudah lebih dari 20 hari sejak penyidik Unit II Tipikor Satreskrim Polres Sampang menerbitkan SP2HP, namun belum ada kejelasan perkembangan penanganan perkara.
“Sudah 20 hari sejak kami menerima SP2HP dari penyidik Unit II Tipikor dengan Nomor: B/SP2HP/810/XII/Redaksi.3.5/2025/Satreskrim, tapi sampai hari ini tidak ada perkembangan signifikan yang disampaikan kepada saya. Ini wajar kalau kami menilai penanganannya lamban,” tegas Rosi kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, kasus dugaan mark up tersebut menyangkut penggunaan uang negara yang seharusnya menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Ia menilai, lambannya proses justru menimbulkan kecurigaan publik dan membuka ruang spekulasi adanya ketidakberesan dalam penanganan perkara.
“Kalau memang serius, seharusnya sudah ada pemanggilan pihak-pihak terkait, klarifikasi terbuka, atau setidaknya update perkembangan penyelidikan. Jangan sampai muncul kesan kasus ini sengaja dipetieskan,” ujarnya.
Rosi juga mengingatkan bahwa Polres Sampang memiliki kewajiban moral dan hukum untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel, terlebih kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas.
“Jangan sampai kepercayaan publik terhadap Polres Sampang semakin tergerus hanya karena penanganan kasus yang terkesan jalan di tempat. Kami minta Polres Sampang terbuka dan serius,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan dugaan mark up dana patung karapan sapi tersebut, meski upaya konfirmasi telah dilakukan oleh media ini.
Kasus ini pun menjadi ujian serius bagi komitmen Polres Sampang dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, khususnya dalam perkara dugaan korupsi yang menyangkut kepentingan publik.
Publisher: Handoko
Editor: Redaksi tNews.co.id









