Bakal Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan di Mojokerto
Bakal Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan di Mojokerto


Pacet, MOJOKERTO II tNews.co.id – Bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan silaturahmi dan dialog Kebangsaan bersama masyarakat Kabupaten Mojokerto di Pacet. “Ini hari pertama saya muter Jawa Timur. Kenapa Jatim harus saya datangi dulu, karena ini paling berat,” kata Gibran di Pacet Kabupaten Mojokerto, Jumat (24/11/23).
Usai menunaikan salat Jumat, sekitar pukul 12.15 WIB, Gibran bersama Kiai Asep menuju tenda di lapangan PP Amanatul Ummah. Ia mengikuti acara silaturahmi dan dialog kebangsaan. Hadir pula Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Wabup Mojokerto atau putra Kiai Asep, Muhammad Al Barra atau Gus Bara.
Sebelumnya, cawapres pendamping capres Prabowo Subianto ini ke Pondok Pesantren Modern Amanatul Ummah di Raya Tirtowening, Paras, Kembangbelor, Kec. Pacet, Kabupaten Mojokerto.
“Jatim ini tidak mudah, bukan basis kita. Dulu basis kita dan saya meyakini warga lebih kritis lebih melek karena bisa lihat YouTube, pemberitaan online saya yakin kalau yang dilihat sekarang itu mesti tokohnya,” kata Gibran.
Menurut Gibran, Jatim benar-benar jadi medan pertempuran. “Mungkin nanti saya 60 persen sowannya ada di Jatim juga. Saya dan Pak Prabowo sudah bagi tugas tapi nanti tugas saya lebih banyak blusukan di Jateng dan Jatim karena PR-nya banyak sekali dengan waktu yang sangat mepet,” ungkap Gibran.
Calon Pendamping Prabowo Subianto ini menyampaikan dan menyinggung tentang dana abadi pesantren.
“Awal-awal deklarasi saya menyampaikan dana abadi pesantren. Ini kan sudah ada undang-undangnya. Mohon nanti Pak Kiai (Asep) dan para tokoh agama bisa mengawal agar program ini benar-benar bisa terealisasi,” terangnya.
Selain dana abadi pesantren, lanjut Gibran, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program untuk santri. Menurutnya, di era revolusi industri 5.0, ia berharap para santri juga mampu menjadi santri 5.0.
“Kalau sekarang kan era revolusi industri 5.0, ini santrinya harus 5.0 juga. Kalau santri kan pasti pintar ngaji, pintar dakwah. Kami ingin santri juga bisa menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Gibran menjelaskan beberapa kemampuan yang harus dimiliki santri 5.0 untuk menjawab tantangan kemajuan zaman.
Yakni santri harus mengerti programing, coding, dakwahnya menggunakan alat-alat teknologi, digitalisasi, serta marketing online.
“Atau mungkin di beberapa pondok santri diarahkan menjadi petani yang manfaatkan AI, manfaatkan mesin. Harapan kami ke depan santri bisa mengikuti perkembangan zaman, menjawab tantangan zaman. Kalau kita ingin menuju Indonesia emas, kita juga harus menyiapkan generasi emas,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Gibran berpesan agar para santri selalu rajin mengaji dan taat terhadap kiai. “Kami tak akan melupakan santri. Ngaji sing sregep, nurut sama kiai (Mengajilah yang rajin, taat dengan kiai),” tandasnya.
“Terima kasih sudah diizinkan mampir ke pondok, silaturahmi dengan para kiai, dengan para ulama dan adik-adik santri,” kata Gibran dalam sambutannya, Jumat (24/11/2023).
( Rubiyanti ).