Kodaeral XI Periksa Tumbuhan dan Satwa Liar di KRI Teluk Bintuni-520, Cegah Penyelundupan Satwa Dilindungi

waktu baca 3 menit
Minggu, 18 Okt 2026 14:50 0 Admin

tNews.co.id, MERAUKE – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XI bersama instansi terkait melaksanakan pemeriksaan tumbuhan dan satwa liar terhadap personel serta barang bawaan Satgas Batalyon Infanteri 143/TWEJ di KRI Teluk Bintuni-520 yang sandar di Pelabuhan Umum Yos Sudarso, Jalan Yos Sudarso, Merauke, Papua Selatan, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah peredaran dan pengangkutan tumbuhan maupun satwa liar yang dilindungi ke luar wilayah Papua.

Pemeriksaan dilaksanakan oleh Tim Gabungan Intel Kodaeral XI, Pomal Kodaeral XI, Denpom Kodam XXIV/Mandala Trikora, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Merauke.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan KRI Teluk Bintuni-520, Letkol Laut (P) Dea Pramadya Sukawiyanto, M.Tr.Opsla., serta Komandan Satgas Batalyon Infanteri 143/TWEJ, Letkol Inf Setiawan Marko Utomo, S.I.P.

Sebelum pemeriksaan dimulai, tim gabungan bersama Komandan KRI Teluk Bintuni-520 dan Komandan Satgas Batalyon Infanteri 143/TWEJ melaksanakan briefing awal di longroom KRI. Briefing tersebut membahas pembagian personel, penentuan sektor pemeriksaan, serta mekanisme pelaksanaan pemeriksaan agar kegiatan berjalan tertib, terkoordinasi, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, tim gabungan melaksanakan pemeriksaan di sejumlah sektor KRI Teluk Bintuni-520, termasuk pemeriksaan barang bawaan guna memastikan tidak terdapat tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi maupun barang terlarang lainnya yang dibawa tanpa izin.

Terkait pemeriksaan tersebut, Komandan Kodaeral XI, Laksamana Muda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P., mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk bersama-sama menaati peraturan serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian kekayaan hayati Papua.

“Mari kita bersama-sama menaati aturan dan menjaga kelestarian tumbuhan serta satwa liar, khususnya spesies yang dilindungi. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kekayaan alam Papua tetap terjaga, salah satunya dengan mencegah tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dibawa keluar dari Papua secara ilegal,” tegas Dankodaeral XI.

Lebih lanjut, Dankodaeral XI menegaskan bahwa upaya perlindungan tumbuhan dan satwa liar tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak. Oleh karena itu, kegiatan pemeriksaan serupa akan dilaksanakan secara rutin bersama instansi terkait sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan terhadap potensi pelanggaran di bidang konservasi sumber daya alam.

Dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan, tidak ditemukan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi maupun barang bawaan terlarang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran prajurit terhadap aturan yang berlaku sudah semakin baik.

Melalui kegiatan ini, Kodaeral XI berharap kesadaran seluruh personel dan masyarakat terhadap pentingnya perlindungan lingkungan semakin meningkat. Dengan sinergi lintas instansi dan kepatuhan terhadap peraturan, kekayaan hayati Papua diharapkan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

( Pak Dhe ).

LAINNYA
error: Content is protected !!