Bantuan SosialNasionalPemerintahanPeristiwa

Menu MBG Yayasan Iltizam Diprotes Wali Murid, Aktivis Camplong Sebut Korkab SPPI Sampang “Makan Gaji Buta”

Publisher: Redaksi tNews.Co.id

SAMPANG, MADURA II tNews.Co.id – Menu MBG Yayasan Iltizam Diprotes Wali Murid, Aktivis Camplong Sebut Korkab SPPI Sampang “Makan Gaji Buta”pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, terus menjadi sorotan. Setelah menu yang dibagikan kepada siswa dinilai minim dan menuai keluhan wali murid, kini perhatian publik tertuju pada sikap Koordinator Kabupaten (Korkab) SPPI Kabupaten Sampang yang dinilai bungkam saat dimintai klarifikasi.

Sejumlah pihak mempertanyakan peran pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Pasalnya, keluhan mengenai menu MBG yang dianggap tidak layak sudah mencuat di tengah masyarakat, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait, termasuk Korkab SPPI Kabupaten Sampang.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan tNews.Co.id kepada Korkab SPPI Kabupaten Sampang, Radna Nur Handayani, melalui pesan singkat WhatsApp dengan nomer 08233728xxx, terkait polemik tersebut belum mendapatkan respons.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan tidak dijawab, sementara panggilan telepon juga tidak diangkat.

Sikap tersebut memicu kritik dari sejumlah kalangan, salah satunya dari aktivis Camplong, Malik, yang menilai seharusnya Korkab SPPI bersikap terbuka terhadap kritik masyarakat.

Menurut Malik, program MBG merupakan program yang menyangkut kepentingan banyak siswa, sehingga pengawasan dan transparansi sangat diperlukan agar pelaksanaannya tidak menimbulkan polemik.

“Kalau memang ada keluhan dari wali murid, seharusnya Korkab SPPI memberikan penjelasan kepada publik. Jangan diam saja seolah tidak terjadi apa-apa,” ujar Malik kepada tNews.Co.id, Jumat (6/3/2026).

Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap sikap diam tersebut.
“Kalau hanya diam dan tidak merespons persoalan di lapangan, untuk apa ada Korkab SPPI. Jangan sampai masyarakat menilai hanya makan gaji buta tanpa menjalankan fungsi pengawasan terhadap program MBG,” tegasnya.

Malik juga meminta pihak terkait, termasuk instansi yang menaungi program MBG, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di wilayah Camplong. Ia khawatir jika persoalan ini dibiarkan, program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi siswa justru akan kehilangan kepercayaan masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya dijadikan bahan evaluasi agar program pemerintah dapat berjalan sesuai tujuan.

Hingga berita ini diterbitkan, Korkab SPPI Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait polemik menu MBG maupun kritik yang dilontarkan sejumlah pihak di Kecamatan Camplong.

Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi

Related Articles

Back to top button