Target Akhir 2025, Nyatanya Terbengkalai: Proyek RSUD Smart Pamekasan Disorot Publik
Target Akhir 2025, Nyatanya Terbengkalai: Proyek RSUD Smart Pamekasan Disorot Publik


PAMEKASAN, Madura | tNews.co.id – Pembangunan Gedung RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan yang menelan anggaran miliaran rupiah dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun Anggaran 2025 kini menuai sorotan tajam.
Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp 8 miliar tersebut hingga memasuki tahun 2026 belum juga rampung, meski sebelumnya ditargetkan selesai akhir 2025.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi bangunan yang belum tuntas dikerjakan. Sejumlah bagian gedung tampak terbengkalai, memunculkan dugaan lemahnya perencanaan, pengawasan, hingga komitmen pelaksana proyek terhadap tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Diketahui, proyek pembangunan tersebut dikerjakan oleh CV Mutiara Katiga, perusahaan penyedia jasa konstruksi asal Mojokerto, dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 150 hari kalender. Sementara pengawasan proyek dipercayakan kepada PT Solusi Utama Konsultan.
Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan terlampaui, progres fisik bangunan belum menunjukkan penyelesaian akhir.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik, terlebih proyek tersebut menyangkut fasilitas layanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
Ironisnya, saat dikonfirmasi terkait keterlambatan proyek tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Syaifudin, belum memberikan tanggapan resmi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinkes terkesan memilih bungkam meski proyek berada di bawah koordinasi sektor kesehatan daerah.
Keterlambatan pembangunan gedung rumah sakit ini dikhawatirkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Pamekasan yang seharusnya segera dirasakan masyarakat.
Publik pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek, termasuk transparansi penggunaan anggaran BLUD serta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait.
Masyarakat berharap aparat pengawas internal maupun eksternal, termasuk Inspektorat dan aparat penegak hukum, turut turun tangan untuk memastikan tidak ada potensi kelalaian maupun penyimpangan dalam proyek strategis tersebut.
Wartawan: Ros I
Editor: Redaksi tNews.co.id









