BPBD Sampang Disorot, Proyek Jembatan Rp 1,6 Miliar Lamban dan Minim Transparansi
BPBD Sampang Disorot, Proyek Jembatan Rp 1,6 Miliar Lamban dan Minim Transparansi


Sampang, Jatim II tNews.co.id – Proyek pembangunan jembatan di Jalan Ruas Somber–Tambelangan, Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek bernilai miliaran rupiah itu berjalan tanpa papan informasi kegiatan sebagaimana mestinya, sehingga publik tidak tahu asal-usul dan sumber anggaran yang digunakan.
Hasil penelusuran, proyek tersebut ternyata dikerjakan oleh CV Bintang Kenari yang beralamat di Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, dengan pagu anggaran mencapai Rp 1.652.800.000. Proyek ini berada di bawah satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang.
Namun, kondisi di lapangan jauh dari harapan. Pantauan wartawan, progres pekerjaan masih terbilang minim, hanya sekitar 10 persen saja. Setiap hari hanya tampak 2 hingga 4 pekerja di lokasi, sehingga masyarakat menilai pihak kontraktor tidak serius menuntaskan pembangunan.
Ilham, selaku pengawas lapangan, saat dikonfirmasi mengaku telah melakukan peneguran kepada pihak kontraktor. Akan tetapi hingga kini tidak ada respon berarti dari pelaksana. “Kami sudah menegur, tapi memang belum ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya singkat.
Warga sekitar mengaku kecewa berat atas lambannya pengerjaan proyek vital tersebut. Mereka menilai kontraktor pelaksana terkesan main-main dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
“Setiap hari paling cuma dua atau tiga orang yang kerja, itu pun seperti tidak niat. Kami bahkan tidak tahu proyek ini pakai dana dari mana karena papan namanya tidak ada. Padahal jalan ini sangat penting untuk akses masyarakat dan anak-anak sekolah,” keluh salah satu warga.


Keterlambatan pengerjaan dan tidak adanya transparansi menimbulkan dugaan bahwa proyek jembatan ini berpotensi dikerjakan secara asal-asalan. Apalagi dengan nilai anggaran yang cukup besar, publik menuntut agar kontraktor bekerja profesional sesuai spesifikasi dan waktu yang ditetapkan.
Minimnya pengawasan dari instansi terkait juga menjadi sorotan. Sebab, proyek senilai lebih dari Rp 1,6 miliar seharusnya dikelola secara transparan, disertai papan informasi proyek agar masyarakat mengetahui detail pekerjaan, sumber dana, hingga waktu pelaksanaan.
Masyarakat berharap BPBD Sampang selaku pihak yang menaungi proyek ini segera turun tangan melakukan evaluasi tegas terhadap CV Bintang Kenari. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin pembangunan jembatan tersebut akan mangkrak dan merugikan kepentingan publik.
“Jangan anggap remeh. Jalan ini akses vital kami, bukan hanya untuk warga tapi juga untuk anak-anak sekolah. Kami minta proyek ini segera diseriusi,” tegas warga pada wartawan media ini.
Sementara Fajar Arif Taufikurrahman ST, MT. Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi saat dikonfirmasi terkait kegiatan jembatan tersebut dirinya hanya menyampaikan kalau mau konfirmasi Monggo ke kantor. “Kekantor saja mas kalau mau konfirmasi”.
Wartawan: Ros I Editor: Redaksi tNews.co.id