
SURABAYA, tNews.co.id – Pelaksanaan proyek pemasangan box culvert di kawasan Kapas Madya 1B, Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada Rabu, 28 Oktober 2026, menuai sorotan. Pasalnya, proses pengerjaan tersebut dikeluhkan karena kondisi gorong-gorong yang masih dipenuhi air tetap dilakukan pemasangan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, pengerjaan yang seharusnya memperhatikan kondisi gorong-gorong agar proses pemasangan berjalan optimal justru dilakukan saat air masih menggenangi area pekerjaan. Selain itu, metode pemasangan yang terlihat dilakukan secara manual juga menjadi pertanyaan, mengingat penggunaan alat yang sesuai dinilai diperlukan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan pekerjaan.
Dampak dari aktivitas tersebut turut dikeluhkan warga. Air dari gorong-gorong disebut muntah hingga mengenai rumah warga di sekitar lokasi proyek. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pelaksana proyek mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap lingkungan permukiman.
Warga pun mempertanyakan standar operasional, metode pengerjaan, serta pengawasan terhadap proyek tersebut. Sebab, selain mengejar penyelesaian pekerjaan, pelaksana proyek juga semestinya memperhatikan keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
“Di mana etika bekerja dalam menjalankan proyek? Apakah karena kami hanya warga kecil, kenyamanan masyarakat bisa diabaikan begitu saja?” demikian keluhan yang mencerminkan keresahan warga atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Warga berharap pihak pelaksana maupun pengawas proyek segera melakukan evaluasi terhadap metode pemasangan box culvert, terutama terkait kondisi air gorong-gorong dan dampaknya terhadap rumah-rumah di sekitar lokasi. Pekerjaan infrastruktur seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan baru bagi warga yang terdampak.
Hingga narasi ini disusun, diperlukan klarifikasi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai alasan pemasangan tetap dilakukan saat gorong-gorong masih berair, metode kerja yang digunakan, serta langkah penanganan atas keluhan warga.
Masyarakat berharap pengerjaan proyek dilakukan secara profesional, sesuai standar teknis yang berlaku, serta tetap mengedepankan kepentingan dan kenyamanan warga sekitar.
( Redaksi).