Bupati Gresik Buka Pelatihan Usaha Bunda Puspa, Dorong Perempuan Gresik Semakin Berdaya dan Mandiri

waktu baca 3 menit
Senin, 5 Okt 2026 11:43 3 Admin

tNews.co.id, GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan.

Pelatihan tersebut diikuti para kader Bunda Puspa dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi perempuan, hingga pemerintah kecamatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan program pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik terus memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan melalui penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Menurutnya, potensi ekonomi yang dimiliki perempuan di masyarakat sangat besar dan perlu terus dioptimalkan. Karena itu, Bunda Puspa diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar dan peningkatan keterampilan, tetapi juga mampu melahirkan perempuan yang semakin mandiri dan berdaya secara ekonomi.

“Yang saya inginkan, kader-kader Bunda Puspa kesejahteraannya semakin naik. Ketika pelatihan ini memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat, maka peran Dinas KBPPPA menjadi sangat penting untuk mengoordinasikan seluruh elemen, baik internal maupun eksternal,” ujarnya.

Bupati Gresik menekankan pentingnya memastikan alumni Bunda Puspa memperoleh pendampingan setelah mengikuti pelatihan. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi di masyarakat.

Untuk itu, ia mendorong sinergi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, agar alumni Bunda Puspa dapat diarahkan menjadi pelaku usaha. Pendampingan dapat dilakukan melalui fasilitasi legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), akses permodalan, hingga pengembangan usaha.

“Bunda Puspa ini didampingi, dilatih, kemudian dilepas ke masyarakat. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha,” tegasnya.

Selain mengembangkan usaha secara mandiri, Bupati Gresik berharap alumni Bunda Puspa dapat menjadi penggerak pemberdayaan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada perempuan lain, mulai dari tingkat dusun, desa, RT hingga RW.

“Minimal alumni Bunda Puspa bisa menjadi alumni yang hebat. Bisa mengajar di lingkungan terkecil, di dusun, desa, RT maupun RW. Punya pengalaman dan mampu mendampingi perempuan-perempuan lain agar semakin hebat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati Yani menyampaikan bahwa Program Bunda Puspa juga memiliki keterkaitan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya dalam aspek pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga mendorong agar program tersebut dikolaborasikan dengan berbagai program pemberdayaan lainnya, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga perlu diikuti dengan penguatan kapasitas ekonomi, salah satunya melalui pemberdayaan perempuan.

Program Bunda Puspa telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gresik sejak 2022. Memasuki tahun-tahun berikutnya, pemerintah daerah terus mendorong agar keberadaan para alumni dapat memberikan dampak yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Sejak 2022 kita pertama kali menjalankan Bunda Puspa. Sekarang kita harus melihat, apakah lulusan atau alumni Bunda Puspa sudah memberikan dampak di tengah masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” kata Bupati Yani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, tim pelaksana Bunda Puspa, Universitas Airlangga, para camat dan kader Bunda Puspa, serta organisasi perempuan, antara lain Fatayat, Aisyiyah, GOW dan Puspa Pinatih.

Pemkab Gresik berharap program pemberdayaan perempuan dapat berjalan secara berkelanjutan. Tidak hanya melahirkan perempuan yang memiliki keterampilan, tetapi juga mendorong perempuan untuk mengembangkan usaha, membuka peluang ekonomi, serta menjadi penggerak pemberdayaan di lingkungan masing-masing.

( Pak Dhe ).

LAINNYA
error: Content is protected !!