Amanat dan Instruksi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Peredaran Narkotika di Jatim 

waktu baca 4 menit
Kamis, 15 Okt 2026 18:40 3 Admin

tNews.co.id, SURABAYA –  Setelah sehari grebek kampung narkoba kawasan  Kunti kembali Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim razia pencegahan narkotika di perkampungan kawasan Joyoboyo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, sejak pukul 12.00 WIB, pada Kamis (15/10/2026).

Dari hasil razia ini Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim amankan lima orang pemuda bertato diduga terindikasi positif  menggunakan narkotika.

Perlu diketahui, lokasi penggrebekan berda di perkampungan tersebut berada di utara dari Gedung Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Atau berada di sisi selatan dari pagar Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Memang, sejak kepemimpinan Kapolda Jatim baru, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, yang dimulai Minggu (11/20/2026) kemarin, Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim kembali gencar menggelar operasi pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari akselerasi pelaksanaan program prioritas Kapolri dalam memutus rantai peredaran gelap narkoba di wilayah Jawa Timur, khususnya pada area-area pemukiman yang dinilai rawan.

Penggrebekan ini dipimpin Kanit I Subdit I Ditresnarkoba Polda Jatim, AKP Kokoh Haris Sanjaya mengatakan, kegiatan penindakan dan patroli skala besar ini akan terus ditingkatkan secara berkala demi menjamin kondusivitas wilayah.

“Kami sedang melaksanakan operasi program terbaru dari Bapak Kapolri yang berhubungan dengan bidang kami di narkotika.

Kami melaksanakan kegiatan yang ditingkatkan secara rutin, berpatroli terus, dan mengamankan daerah Joyoboyo ini,” ujarnya saat ditemui awak media di area parkir Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), sekitar pukul 15.00 WIB.

Tes Urine Lapangan dan Penyitaan Barang Bukti

Dalam operasi tersebut, Polisi berjumlah ratusan orang berseragam sipil dan berpakaian rompi anti peluru langsung menyisir area pemukiman warga di Kampung Joyoboyo dan melakukan tes urine secara acak di tempat.

Dari hasil uji sampel urine tersebut, ternyata lima orang warga dipastikan positif mengonsumsi narkotika.

Selain itu, Polisi juga mendapati salah satu dari para terperiksa menyimpan barang bukti fisik berupa narkotika jenis sabu-sabu.

Saat digeledah dari tangan salah satu terperiksa pembawa barang bukti, Polisi menyita dua poket sabu-sabu.

Namun, mengenai detail total berat bersih (netto) serta asal-usul barang haram tersebut, Kokoh belum dapat menjelaskannya, karena masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman intensif terhadap para terperiksa di Gedung Ditresnarkoba Mapolda Jatim.

Sementara itu, Kawasan Joyoboyo kami lakukan tes urine dan ditemukan lima orang yang terindikasi positif menggunakan narkotika.

Ada salah satu orang juga yang terindikasi membawa barang bukti narkotika jenis sabu,” ungkapnya.

Pendalaman Asal Usul Pelaku dan Jaringan Pascapenangkapan, Kokoh menambahkan, kelima orang tersebut langsung digiring ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan maraton guna mencari asal pasokan barang terlarang yang mereka simpan dan konsumsi.

Bahkan, Polisi saat ini tengah melacak identitas kependudukan para pelaku untuk memastikan apakah mereka merupakan warga lokal atau pendatang yang memanfaatkan kawasan padat penduduk tersebut sebagai tempat bertransaksi.

Polda Jatim menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Patroli menyasar titik-titik rawan serupa di Jatim dipastikan akan terus berlanjut guna menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dari jerat narkotika.

“Untuk selanjutnya, 5 orang ini kami bawa ke Direktorat Narkotika Mapolda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mengenai domisili, kami lakukan pendalaman detail dulu, apakah dari daerah lain atau memang asli warga sini. Masih kita selidiki lebih lanjut,” pungkasnya.

Di lain sisi, salah satu pemuda bertato yang diamankan sempat menjalani pemeriksaan dan interogasi singkat oleh penyidik Kepolisian di lokasi.

Dari percakapan muncul dari beberapa orang Polisi yang bertindak sebagai interogator.

Mereka seperti hendak menggali dari mana asal pasokan barang narkotika yang dikonsumsi olehnya.

“Kamu dapat dari mana,” tanya seorang interogator Polisi berpakaian sipil dengan nada bicara tinggi.

Lalu, pria berkaus lengan panjang warna hitam yang terborgol kedua pergelangan tangannya itu, menjawab bahwa bukan cuma dirinya yang memiliki kebiasaan mengonsumsi zat tersebut. Melainkan hampir sebagian besar teman tongkrongannya.

“Dari anak Joyoboyo. Itu anak-anak memang kumpul di situ biasanya pak. Saya orang Kalianak,” jawab si pemuda.

Tak puas dengan jawaban tersebut, interogator Polisi berusaha menggali asal muasal pasokan barang haram yang biasa dikonsumsinya selama ini.

“Biasanya saya kalau mau minta, saya kontak by WA (WhatsApp) dulu,” jawab polos si terperiksa.

Dirasa, jawaban si terperiksa terdengar bertele-tele, beberapa interogator Polisi lainnya membentak si terperiksa untuk segera mengungkapkan nama sosok bandar yang kerap memberikannya pasokan barang haram.

“Iya tahu namanya siapa,” bentak dengan nada tegas dari sang interogator Polisi.

Tapi, si terperiksa lagi-lagi berkelit dengan berdalih bahwa dirinya tidak mengetahui nama asli bandar tersebut.

Karena, setiap hendak membuat janji bertemu untuk membeli pasokan barang haram, dirinya kerap membuat janji melalui WA untuk bertemu di suatu titik ruas jalan sepi.

( Hadi ).

LAINNYA
error: Content is protected !!