Tuntut Transparasi Terkait Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek SDN 1 Wonokasian,Dinas Pendidikan Digruduk Masa 

waktu baca 4 menit
Senin, 12 Okt 2026 18:35 4 Admin

tNews.co.id, Sidoarjo – Puluhan massa yang tergabung dalam PT Cakrawala Globalindo Persada bersama sejumlah elemen media dan organisasi jurnalis online menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Senin (12/10/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan terkait dugaan penyimpangan anggaran proyek rehabilitasi gedung SDN Wonokasian 1.

Mereka juga mendesak dilakukannya evaluasi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan, termasuk meminta pencopotan jabatan atas sikap yang dinilai arogan terhadap awak media.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu melibatkan sejumlah elemen, di antaranya Barata Persada, unsur perusahaan, serta persatuan jurnalis online.

Massa menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama menyangkut transparansi penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari dana publik.

Berawal dari Permintaan Konfirmasi Jurnalistik

Persoalan ini mencuat setelah sejumlah jurnalis berupaya melakukan konfirmasi dan mengumpulkan informasi mengenai pelaksanaan proyek rehabilitasi gedung SDN Wonokasian 1.

Namun, upaya tersebut disebut mendapat penolakan dan respons yang dinilai tidak kooperatif dari kepala sekolah.

Situasi itu memunculkan pertanyaan di kalangan awak media mengenai keterbukaan informasi terkait pelaksanaan proyek. Massa kemudian mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo memberikan penjelasan serta memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan.

Meski demikian, dugaan penyimpangan anggaran yang disuarakan dalam aksi tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dokumen proyek, klarifikasi pihak terkait, dan audit oleh instansi berwenang.
Massa menegaskan bahwa setiap penggunaan dana pendidikan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Mereka juga mempersoalkan sikap kepala sekolah yang dinilai membatasi akses informasi, termasuk mempertanyakan keabsahan media yang berupaya menjalankan tugas jurnalistik.

Aksi Memanas, Ban Dibakar dan Pagar Kantor Roboh

Situasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo sempat memanas ketika sebagian peserta aksi membakar ban bekas di dekat gerbang kantor. Asap hitam membubung ke udara dan menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi rambatan api ke kabel listrik di sekitar lokasi.

Ketegangan kemudian berlanjut dengan adu dorong antara peserta aksi dan pihak yang berada di lokasi. Insiden tersebut mengakibatkan satu bagian pagar pintu depan Kantor Dinas Pendidikan roboh.

Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti robohnya pagar tersebut belum terkonfirmasi secara resmi dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat.

Peristiwa itu menambah ketegangan dalam penyampaian aspirasi. Di tengah situasi tersebut, perwakilan Dinas Pendidikan akhirnya keluar untuk melakukan mediasi dengan massa aksi.

Mediasi antara perwakilan dinas dan peserta demonstrasi belum menghasilkan titik temu. Massa menilai respons yang diberikan belum menjawab substansi tuntutan, terutama mengenai kejelasan proyek rehabilitasi SDN Wonokasian 1 dan tindak lanjut atas laporan sikap kepala sekolah terhadap awak media.

Permintaan maaf yang disampaikan melalui pengeras suara juga dianggap belum cukup untuk menyelesaikan persoalan. Massa menginginkan penjelasan konkret mengenai pelaksanaan proyek, keterbukaan dokumen yang dapat diakses sesuai ketentuan, serta kepastian mekanisme evaluasi terhadap pihak yang dilaporkan.

Kekecewaan peserta aksi semakin bertambah lantaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo tidak berada di tempat ketika demonstrasi berlangsung. Massa berharap pimpinan dinas hadir secara langsung untuk menerima dan menanggapi tuntutan mereka.

Bagi peserta aksi, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui perwakilan semata. Mereka menginginkan komitmen yang jelas mengenai langkah pemeriksaan dan tindak lanjut atas dugaan yang disampaikan.

Salah satu juru bicara massa menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan mendorong keadilan dan keterbukaan.
“Kami tidak mencari keributan, kami mencari keadilan dan keterbukaan. Jika tidak ada yang salah, mengapa ditutup-tutupi?” ujar salah satu juru bicara massa.

Di sisi lain, perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang hadir mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Mereka juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo menindaklanjuti tuntutan massa secara serius dan tidak mengabaikan persoalan yang menjadi perhatian publik.

Massa menyatakan akan terus memperjuangkan tuntutan mereka hingga memperoleh kejelasan dan keputusan konkret dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo maupun Kepala SDN Wonokasian 1 mengenai dugaan penyimpangan anggaran proyek serta persoalan komunikasi dengan awak media.

Untuk menjaga objektivitas pemberitaan, klarifikasi dari kedua pihak masih diperlukan. Pemeriksaan terhadap dokumen perencanaan, nilai anggaran, pelaksanaan pekerjaan, serta hasil rehabilitasi bangunan menjadi langkah penting guna memastikan apakah terdapat ketidaksesuaian atau pelanggaran.

Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, penanganannya perlu dilakukan melalui mekanisme pemeriksaan yang berwenang sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, pihak yang disebut dalam tuntutan juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan dan hak jawab.

Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya transparansi pengelolaan anggaran pendidikan sekaligus penghormatan terhadap kerja jurnalistik. Publik kini menunggu langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan klarifikasi secara terbuka, objektif, dan berdasarkan data.

( Pak Dhe ).

LAINNYA
error: Content is protected !!