GSJT Serukan Aksi Demo, Sampaikan  7  Tuntutan  Ditujukan Pemerintah dan Pertamina

waktu baca 2 menit
Kamis, 1 Okt 2026 12:40 0 Admin

SURABAYA, Jawa Timur // tNews.co.id — Aksi demo  Gerakan Supir Jawa Timur (GSJT) serukan aksi demonstrasi yang rencananya digelar mulai Senin kemarin.

Aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan transportasi, kendaraan angkutan barang, penyeberangan, hingga perlindungan korban kecelakaan kapal.

Sejumlah sasaran aksi yang diagendakan GSJT antara lain Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Pertamina MOR V Jabalinus, kantor Jasa Raharja, serta Kantor Gubernur Jawa Timur.

Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan GSJT meliputi:

1. Menghapus penggunaan barcode untuk BBM bersubsidi.
2. Menagih janji Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pembayaran penyesuaian dimensi kendaraan GSJT.
3. Menagih janji Jasa Marga terkait pembiayaan penyesuaian dimensi untuk 100 kendaraan GSJT.
4. Menghentikan pelarangan kendaraan dengan muatan lebih untuk naik kapal.
5. Meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait persoalan kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang.
6. Meminta adanya beasiswa bagi anak-anak korban kecelakaan kapal.
7. Meminta revisi PMK Nomor 16/PMK.010/2017, khususnya terkait besaran santunan bagi korban kecelakaan.

Dalam aksi demo kali ini, Salah seorang sopir yang ikut dalam gerakan tersebut, Mas Totok, mengatakan kepada media bahwa aksi mulai diagendakan sejak Senin.

Para peserta aksi disebut berkumpul di sejumlah titik yang telah ditentukan.

“Untuk saat ini yang berkumpul masih dari Jawa Timur saja, Mas. Yang dari Jakarta masih dalam perjalanan ke sini dan informasinya masih sampai Tuban,” ujar Totok saat dikonfirmasi media.

Totok juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak Pertamina belum memberikan jawaban terkait tuntutan yang disampaikan para sopir.

“Kalau sampai saat ini pihak Pertamina masih belum ada jawaban. Apabila tetap diam, kami siap dari GSJT untuk tetap demo, bahkan meskipun sampai satu bulan,” katanya.

Namun, menurut Totok, keberlangsungan aksi tersebut tetap menyesuaikan dengan perizinan yang diberikan kepada peserta aksi.

Ia menegaskan bahwa para sopir berharap tuntutan yang disampaikan dapat memperoleh tanggapan dari pihak-pihak terkait dan tidak berhenti pada aksi penyampaian aspirasi semata.

( Hadi ).

LAINNYA
error: Content is protected !!